Rabu, 03 Februari 2010

Sistem Imun


Sistem imun
 -definisi
  1. semua hal yang berperan dalam proses imun seperti sel, protein, antibodi dan sitokin/kemokin.
  2. semua mekanisme yang digunakan badan untuk mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup.

-fungsi
1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit;  menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh
2. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak  (debris sel) untuk perbaikan jaringan.
3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal
 -macam2
1. Sistem kekebalan
    nonspesifik (didapat)
    (innate immune system)
n  Dapat mendeteksi adanya benda asing & melindungi tubuh dari kerusakan yang diakibatkannya, namun tdk dpt mengenali benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
n  Yang termasuk dlm sistem ini:
1.
Reaksi inflamasi/peradangan
  • Merupakan respons lokal tubuh thd infeksi atau perlukaan
  • Tidak spesifik hanya untuk infeksi mikroba, tetapi respons yg sama juga terjadi pada perlukaan akibat suhu dingin, panas, atau trauma
  • Pemeran utama: fagosit, a.l: neutrofil, monosit, & makrofag


Tahap inflamasi
  1. Masuknya bakteri ke dalam jaringan
  2. Vasodilatasi sistem mikrosirkulasi area yg terinfeksi ®meningkatkan aliran darah (RUBOR/kemerahan & CALOR/panas)
  3. Permeabilitas kapiler & venul yang terinfeksi terhadap protein meningkat ® difusi protein & filtrasi air ke interstisial (TUMOR/bengkak & DOLOR/nyeri)
  4. Keluarnya neutrofil lalu monosit dari kapiler & venula ke interstisial
  5. Penghancuran bakteri di jaringan ® fagositosis (respons sistemik: demam)
  6. Perbaikan jaringan
2. Protein antivirus (interferon)
n  Sel yang terinfeksi virus akan mengeluarkan interferon
n  Interferon mengganggu replikasi virus (antivirus); ‘interfere’
n  Interferon juga memperlambat pembelahan & pertumbuhan sel tumor dgn meningkatkan potensi sel NK & sel T sitotoksik (antikanker)
n  Peran interferon yg lain: meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag & merangsang produksi antibodi
  1. Sel natural killer (NK)
  • Merusak sel yg terinfeksi virus & sel kanker dengan melisiskan membran sel pd paparan I
  • Kerjanya = sel T sitotoksik, ttp lebih cepat, non-spesifik, & bekerja sebelum sel T sitotoksik mnjd lebih banyak & berfungsi
4. Sistem komplemen
n  Sistem ini diaktifkan oleh:
(1) paparan rantai karbohidrat yg ada pd permukaan mikroorganisme yg tdk ada pd sel manusia
(2) paparan antibodi yang diproduksi spesifik untuk zat asing tertentu oleh sistem imun adaptif
n  Bekerja sbg ‘komplemen’ dari kerja antibodi

2. Sistem kekebalan spesifik
    (dipelajari/adaptif)
    (learned/adaptive
    immune system
n  Atau sistem kekebalan adaptif dapat menghancurkan patogen yang lolos dari sistem kekebalan non-spesifik.
n  Mencakup:
(1) kekebalan humoral
® produksi antibodi oleh limfosit B (sel plasma)
  • Antigen (Ag) merangsang sel B berubah menjadi sel plasma yg memproduksi antibodi (Ab).
  • Ab disekresi ke darah atau limf ~ lokasi sel plasma yg teraktivasi; semua Ab akan mencapai darah Þ gamma globulin = imunoglobulin (Ig)
(2) kekebalan selular ® produksi limfosit T yg teraktivasi
  • Limfosit T spesifik untuk kekebalan terhadap infeksi virus & pengaturan pd mekanisme kekebalan.
  • Sel-sel T harus kontak langsung dg sasaran
  • Ada 3 subpopulasi sel T: sel T sitotoksik, sel T penolong, & sel T penekan
  • Major histocompatibility complex (MHC): kode human leucocyte-associated antigen (HLA) yg terikat pd permukaan membran sel; khas pd setiap individu
  • Surveilens imun: kerjasama sel T sitotoksik, sel NK, makrofag, & interferon
n  Harus dapat membedakan sel asing yg harus dirusak dari sel-diri ® antigen (molekul besar, kompleks, & unik yg memicu respons imun spesifik jika masuk ke dalam tubuh)

 -cara : (LI)
 -komponen penyusun :
3.1 Komponen Sistem Imun Spesifik
3.1.1 Barier Sel Epitel
Sel epitel yang utuh merupakan barier fisik terhadap mikroba dari lingkungan dan menghasilkan peptida yang berfungsi sebagai antibodi natural. Didalam sel epitel barier juga terdapat sel limfosit T dan B, tetapi diversitasnya lebih rendah daripada limfosit T dan B pada sistem imun spesifik. Sel T limfosit intraepitel akan menghasilkan sitokin, mengaktifkan fagositosis dan selanjutnya melisiskan mikroorganisme. Sedangkan sel B limfosit intraepitel akan menghasilkan IG M.
3.1.2 Neutrofil dan Makrofag
Ketika terdapat mikroba dalam tubuh, komponen pertama yang bekerja adalah neutrofil dan makrofag dengan cara ingesti dan penghancuran terhadap mikroba tersebut. Hal ini di karenakan makrofag dan neutrofil mempunyai reseptor di permukaannya yang bisa mengenali bahan intraselular (DNA), endotoxin dan lipopolisakarida pada mikroba yang selanjutnya mengaktifkan aktifitas antimikroba dan sekresi sitokin.
3.1.3 NK Sel
NK sel mampu mengenali virus dan komponel internal mikroba. NK sel di aktifasi oleh adanya antibodi yang melingkupi sel yang terinfeksi virus, bahan intrasel mikroba dan segala jenis sel yang tidak mempunyai MCH class I. Selanjutnya NK sel akan menghasilkan porifrin dan granenzim untuk merangsang tterjadinya apoptosis.

 -disfungsi sistem imun
  1. Lack of response (imunodefisiensi)
    contoh: AIDS, leukemia
  2. Incorrect response (peny. autoimun)
    contoh: DM tipe I, miastenia gravis, multiple sclerosis; penyakit Graves.
  3. Overactive response (alergi/ hipersensitivitas)
    contoh: asma, rhinitis allergic, rx transfusi
 -macam2 respon (kekebalan) :
Tahap:
n  Deteksi & mengenali benda asing
n  Komunikasi dg sel lain untuk berespons
n  Rekruitmen bantuan & koordinasi respons
n  Destruksi atau supresi penginvasi
Macam :
  1. Respons imun alami nonspesifik
    - ada sejak lahir
    - tdk memiliki target ttt
    - terjadi dlm bbrp menit – jam
      
    ® Reaksi inflamasi
  2. Respons imun didapat spesifik
    - spesifik untuk jenis ttt
    - respons thd paparan I tjd dlm bbrp hari, paparan berikutnya lebih cepat

 -upaya peningkatan  : imunisasi,mengkonsumsi suplemen (stimuno),vaksinasi
 -Limfosit B & T : (LI)

Imunisasi
 -definisi
  1. salah satu cara untuk menangkal penyakit-penyakit berat yang terkadang belum ada obat untuk menyembuhkannya. Imunisasi umumnya diberikan kepada anak-anak balita (usia di bawah lima tahun).
  2. upaya yg dilakukan dgn sengaja memberikan kekebalan (imunitas) pada bayi atau anak sehingga terhindar darp penyakit (DepKes, 2000).
 -tujuan & manfaat : -mengurangi angka penderita penyakit yg berbahaya
                                  -untuk menurunkan angka kematiaan dari suatu penyakit
                                  -agar tubuh menerima respon pertahanan dari patogen
                                  -pencegahan terhadap penyakit
                                  -menghindari kecacatan
                                  -merangsang tubuh membentuk sistem kekebalan
 -jenis : A. Jenis / Macam Imunisasi Vaksin Wajib Pada Anak :
1. BCG
- Perlindungan Penyakit : TBC / Tuberkolosis
- Penyebab : Bakteri Bacillus Calmette Guerrin
- Kandungan : Bacillus Calmette-Guerrin yang dilemahkan
- Waktu Pemberian :
I. Umur / usia 2 bulan
2. DPT/DT
- Perlindungan Penyakit : Difteri (infeksi tenggorokan), Pertusis (batuk rejan) dan Tetanus (kaku rahang).
- Penyebab : Bakteri difteri, pertusis dan tetanus
- Waktu Pemberian :
I. Umur / usia 3 bulan
II. Umur / usia 4 bulan
III. Umur / usia 5 bulan
IV. Umur / usia 1 tahun 6 bulan
V. Umur / usia 5 tahun
VI. Umur / usia 10 tahun
3. Polio
- Perlindungan Penyakit : Poliomielitis / Polio (lumpuh layuh) yang menyababkan nyeri otot, lumpuh dan kematian.
- Waktu Pemberian :
I. Umur / usia 3 bulan
II. Umur / usia 4 bulan
III. Umur / usia 5 bulan
IV. Umur / usia 1 tahun 6 bulan
V. Umur / usia 5 tahun

4. Campak / Measles
- Perlindungan Penyakit : Campak / Tampek
- Efek samping yang mungkin : Demam, ruam kulit, diare
- Waktu Pemberian :
I. Umur / usia 9 bulan atau lebih
II. Umur / usia 5-7 tahun
5. Hepatitis B
- Perlindungan Penyakit : Infeksi Hati / Kanker Hati mematikan
- Waktu Pemberian :
I. Ketika baru lahir atau tidak lama setelahnya
II. Tergantung situasi dan kondisi I
B. Jenis / Macam Imunisasi Vaksin Yang Dianjurkan Pada Anak :
1.
MMR
- Perlindungan Penyakit : Campak, gondongan dan campak Jerman
- Waktu Pemberian :
I. Umur / usia 1 tahun 3 bulan
II. Umur / usia 4-6 tahun
2.
Hepatitis A
- Perlindungan Penyakit : Hepatitis A (Penyakit Hati)
- Penyebab : Virus hepatitis A
- Waktu Pemberian :
I. Tergantung situasi dan kondisi I

3. Typhoid & parathypoid
- Perlindungan Penyakit : Demam Typhoid
- Penyebab : Bakteri Salmonela thypi
- Waktu Pemberian :
I. Tergantung situasi dan kondisi
4. Varisella (Cacar Air)
- Perlindungan Penyakit : Cacar Air
- Penyebab : Virus varicella-zoster
- Waktu Pemberian :
I. Umur / usia 10 s/d 12 tahun 1 kali dan di atas 13 tahun 2 kali dengan selang waktu 4 s/d 8 minggu.
 -pengaruh : kekebalan tubuh
 -teknik : -suntik
               -telan
 -efek samping :
Reaksi yang mungkin terjadi:
1. Reaksi lokal : 1-2 minggu setelah penyuntikan, pada tempat penyuntikan timbulkemerahan dan benjolan kecil yang teraba keras. Kemudian benjolan ini berubah menjadipustula (gelembung berisi nanah), lalu pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus). Luka iniakhirnya sembuh secara spontan dalam waktu 8-12 minggu dengan meninggalkan jaringanparut.
2. Reaksi regional : pembesaran kelenjar getah bening ketiak atau leher, tanpa disertainyeri tekan maupun demam, yang akan menghilang dalam waktu 3-6 bulan.
Komplikasi yang mungkin timbul adalah:
3. Pembentukan abses (penimbunan nanah) di tempat penyuntikan karena penyuntikan yangterlalu dalam.
Abses ini akan menghilang secara spontan. Untuk mempercepat penyembuhan,bila abses telah matang, sebaiknya dilakukan aspirasi (pengisapan abses dengan menggunakan jarum) dan bukan disayat.

-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
1.Tuberkulosis
Peny. ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yg sebagian besar menyerang masyrakat dgn kelas sosial ekonomi rendah.
Organ yg sering terkena adalah paru2x, kelenjar, kulit, tulang, sendi dan selaput otak.
Cara penularan : melalui droplet atau percikan air ludah, reservoar adalah mc.
Imunisasi yg dapat mencegah penyakit ini adl BCG
2.
Difteri
Disebabkan oleh Corynebacterium Dyptheria.
Penularannya mlli percikan ludah yg tercemar.
Difteri dpt menjadi endemik pd ling masy dgn sosial ekonomi rendah.
Imuniasasi yg diberikan adalah DPT.
3.Pertusis
Disebabkan oleh Bordetella pertusis
Penularannya melalui droplet.
Istila awamnya adalah batuk rejan atau batuk 100 hari.
Bahaya dari pertusis pneumonia .
Gejala awal berupa batuk pilek, kemudian setelah hari ke 10 batuk bertambah berat dan sering kali muntah.
Imunisasi yang diberikan adalah DPT.
4.Tetanus
Disebabkan oleh Mycobacterium Tetani, yg berbentuk spora masuk ke dlm luka terbuka, berkembang biak secara anerobik, dan membentuk toksin.
Tetanus yg khas terjadi pada usia anak adalah tetanus neonatorum.
T.Neonatorum dpt menimbulkan kematian karenaterjadi kejang , sianosis, dan henti napas.
Resevoarnya adalah kotoran hewan atau tanah yg terkontaminasi kotoran hewan manusia.
Gejala awal ditunjukkan dgn mulut mencucu dan bayi tidak mau menyusu.
Kekebalan pada penyakit ini hanya diperoleh dgn imunisasi atau vaksinasi lengkap.
Imunisasi yang diberikan adalah Imunisasi DPT.
Poliomielitis
Penyebab infeksi adalah virus polio tipe 1,2, dan 3 dan menyerang mielin atau serabut otot.
Kelumpuhan dpt terjadi pada anggota badan, saluran napas, dan otot menelan.
Penularan penyakit ini adalah memeluui droplet dan reservoarnya adalah manusia yg menderita polio.
Pencegahan dpt dilkaukan dgn imunisasi polio.
5.Campak
• Penyebab penyakit ini adalah virus morbili, yg menular melalu droplet.
• Gejala awal ditunjukkan dgn adanya kemerahan yg mulai timbul pada bagian belkang telinga, dahi, dan menjalar ke wajah dan anggota badan, biasa juga timbul gejala fludisertai mata berair dan kemerahan.
• Setelah 3-4 hari, kemerahan mulai hilang dan berubah menjadi kehitaman yg akan tampak seperti sisik dalam waktu 1-2

 -Booster : obat yang diberikan setelah imunisasi,pengulangan imunisasi,peningkatan untuk memperbaiki system imun
 -vaksinasi : proses pemasukan vaksin ke dalam tubuh guna mencegah penyakit melalui suntikan.
kualitas vaksin
a. cara pemberian, misal polio oral ® imunitas lokal dan sistemik
b. Dosis vaksin
– tinggi ® menghambat respon, menimbulkan efek samping
– rendah ® tidak merangsang sel imunokompeten
c. Frekuensi Pemberian
Respon imun sekunder ® Sel efektor aktif lebih cepat, lebih tinggi produksinya, afinitas lebih tinggi. Frekuensi pemberian mempengaruhi respon imun yang terjadi . Bila vaksin berikutnya diberikan pada saat kadar Ab spesifik masih tinggi ® Ag dinetralkan oleh Ab spesifik ® tidak merangsang sel imunokompeten.
d. Ajuvan : Zat yang meningkatkan respon imun terhadap Ag
• mempertahankan Ag tidak cepat hilang
• Mengaktifkan sel imunokompeten
e. Jenis Vaksin
Vaksin hidup menimbulkan respon imun lebih baik.
Kandungan vaksin
1. Antigen ® virus, bakteri
– vaksin yang dilemahkan: polio, campak, BCG
– vaksin mati : pertusis
– eksotoksin : Toksoid, dipteri, tetanus
1. Ajuvan : persenyawaan aluminium
2. Cairan pelarut : air, cairan garam fisiologis, kultur jaringan, telur.

Hal – hal yang merusak vaksin:
• Panas ® semua vaksin
• Sinar matahari ® BCG
• Pembekuan ® toxoid
• Desinfeksi/antiseptik : sabun





Tidak ada komentar:

Posting Komentar