Saliva
adalah suatu cairan oral yang kompleks dan tidak berwarna yang terdiri atas
campuran sekresi dari kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa oral.
Saliva dapat disebut juga kelenjar ludah atau kelenjar air liur.
Saliva memiliki beberapa fungsi,
yaitu :
1. Melicinkan
dan membasahi rongga mulut sehingga membantu proses mengunyah dan menelan
makanan
2. Membasahi
dan melembutkan makanan menjadi bahan setengah cair ataupun cair sehingga mudah
ditelan dan dirasakan
3. Membersihkan
rongga mulut dari sisa-sisa makanan dan kuman
4. Mempunyai
aktivitas antibacterial dan sistem buffer
5. Membantu
proses pencernaan makanan melalui aktivitas enzim ptyalin (amilase ludah) dan
lipase ludah
6. Berpartisipasi
dalam proses pembekuan dan penyembuhan luka karena terdapat faktor pembekuan
darah dan epidermal growth factor pada saliva
7. Jumlah
sekresi air ludah dapat dipakai sebagai ukuran tentang keseimbangan air dalam
tubuh.
8. membantu
dalam berbicara (pelumasan pada pipi dan lidah)
Unsur-unsur
organik yang menyusun saliva antara lain : protein, lipida, glukosa, asam
amino, amoniak, vitamin, asam lemak.
Unsur-unsur
anorganik yang menyusun saliva antara lain : Sodium, Kalsium, Magnesium,
Bikarbonat, Khloride, Rodanida dan Thiocynate (CNS) , Fosfat, Potassium. Yang
memiliki konsentrasi paling tinggi dalam saliva adalah kalsium dan Natrium.
Sekresi
normal saliva sehari berkisar antara 800 – 1500 ml.
Kelenjar
saliva: Salah satu kelenjar dalam mulut yang menghasilkan saliva.
Jenis kelenjar saliva dan muaranya
Macam-macam kelenjar ludah :
1.
Kelenjar ludah utama / mayor / besar-besar
Kelenjar-kelenjar ludah besar terletak agak jauh dari rongga mulut
dan sekretnya disalurkan melalui duktusnya kedalam rongga mulut.
Kelenjar saliva
mayor terdiri dari :
Ø
Kelenjar Parotis ,
terletak dibagian bawah telinga dibelakang ramus mandibula
Ø
Kelenjar Submandibularis (submaksilaris) , terletak dibagian bawah korpus mandibula
Ø
Kelenjar Sublingualis
, terletak dibawah lidah
Kelenjar ludah besar sangat memegang peranan penting dalam proses
mengolah makanan.
Kelenjar Parotis
v
Kelenjar parotis merupakan kelenjar ludah terbesar yang
terletak antara prossesus mastoideus dan ramus mandibula.
v
Duktus kelenjar ini bermuara pada vestibulus oris
pada lipatan antara mukosa pipi dan gusi dihadapan molar 2 atas.
v
Kelenjar parotis
dibungkus oleh jaringan ikat padat
v
Mengandung sejumlah besar enzim antara lain amilase
lisozim, fosfatase asam, aldolase, dan kolinesterase.
v
Jaringan ikat masuk kedalam parenkim dan membagi organ
menjadi beberapa lobus dan lobulus
v
Secara morfologis kelenjar parotis merupakan kelenjar
tubuloasinus (tubulo-alveolar) bercbang-cabang (compound tubulo alveolar gland)
v
Asinus-asinus murni serus kebanyakan mempunyai bentuk
agak memanjang dan kadang-kadang memperlihatkan percabangan-percabangan
v
Antara sel-sel asinus membran basal terdapat sel-sel
basket
v
Saluran keluar utama ( duktus interlobaris) disebut
duktus stenon (stenson) terdiri dari epitel berlapis semu.
v
Kearah dalam organ duktus ini bercabang-cabang menjadi
duktus interlobularis dengan sel-sel epitel berlapis silindris
v
Duktus interlobularis tadi kemudian bercabang-cabang
menjadi duktus intralobularis. Kebanyakan duktus intralobularis
merupakan duktus Pfluger yang mempunyai epitel selapis silindris
yang bersifat acidophil dan menunjukkan garis-garis basal
v
Duktus Boll pada umumnya panjang-panjang dan
menunjukkan percabangan
v
Duktus Pfluger agak pendek
v
Sel-selnya pipih dan memanjang
v
Pada jaringan ikat interlobaris dan interlobularis terlihat
banyak lemak yang berhubungan dengan “kumpulan lemak bichat” (Fat depat of
bichat). Juga pada jaringan tersebut terlihat cabang-cabang dari Nervus
Facialis dan pembuluh darah
Kelenjar submandibularis (submaksilaris)
v
Kelenjar ini terletak disebelah dalam korpus mandibula
dan mempunyai duktus ekskretoris (Duktus Wharton) yang bermuara pada dasar
rongga mulut pada frenulum lidah , dibelakang gigi seri bawah.
v
Merupakan kelenjar yang memproduksi air liur terbanyak
v
Seperti juga kelenjar parotis, kelenjar ini diliputi
kapsel yang terdiri dari jaringan ikat padat yang juga masuk ke dalam
organ dan membagi organ tersebut menjadi beberapa lobulus
v
Secara morfologis kelenjar ini merupakan kelenjar
tubuloalveolar / tubuloacinus bercabang-cabang (compound tubulo alveolar gland)
v
Percabangan duktusnya sama dengan glandula parotis
demikian pula sel-selnya
v
Bentuk sinus kebanyakan memanjang
v
Antara sel-sel asinus membran basal terdapat sel-sel
basket
v
Duktus Boll : pendek, sempit sehingga sukar dicari
dalam preparat bila dibandingkan glandula parotis. Selnya pipih dan memanjang
v
Duktus Pfluger : lebih panjang daripada duktus pfluger
kelenjar parotis dan menunjukkan banyak percabangan sehingga dalam preparat
lebih mudah dicari
Kelenjar sublingualis
v
Merupakan kelenjar terkecil dari kelenjar-kelenjar
ludah besar
v
Terletak pada dasar rongga mulut, dibawah mukosa dan
mempunyai saluran keluar (duktus ekskretorius) yang disebut Duktus Rivinus
v Bermuara pada dasar rongga mulut dibelakang muara duktus Wharton
pada frenulum lidah
v Glandula sublingualis tidak memiliki kapsel yang jelas tetapi memiliki
septa-septa jaringan ikat yang jelas/tebal
v Secara morfologis kelenjar ini merupakan kelenjar tubuloalvioler
bercabang-cabang (compound tubuloalveolar gland)
v Merupakan kelenjar tercampur dimana bagian besar asinusnya adalah
mukus murni
v Duktus ekskretoris sama dengan glandula parotis
v Duktus Pfluger sangat pendek
v Duktus Boll sangat pendek dan bentuknya sudah tidak khas sehingga
dalam preparat sukar ditemukan
v Pada jaringan ikat interlobularis tidak terdapat lemak sebagai
glandula parotis
2.
Kelenjar ludah tambahan / minor / kecil-kecil
Kebanyakan kelenjar ludah merupakan kelenjar kecil-kecil yang
terletak di dalam mukosa atau submukosa (hanya menyumbangkan 5% dari
pengeluaran ludah dalam 24 jam) yang diberi nama lokasinya atau nama pakar yang
menemukannya. Semua kelenjar ludah mengeluarkan sekretnya kedalam rongga mulut.
Ø Kelenjar labial (glandula labialis) terdapat pada bibir atas dan
bibir bawah dengan asinus-asinus seromukus
Ø Kelenjar bukal (glandula bukalis) terdapat pada mukosa pipi, dengan
asinus-asinus seromukus
Ø Kelenjar Bladin-Nuhn ( Glandula lingualis anterior) terletak pada
bagian bawah ujung lidah disebelah menyebelah garis, median, dengan
asinus-asinus seromukus
Ø Kelenjar Von Ebner (Gustatory Gland = albuminous gland) terletak
pada pangkal lidah, dnegan asinus-asinus murni serus
Ø Kelenjar Weber yang juga terdapat pada pangkal lidah dengan
asinus-asinus mukus .
Kelenjar Von Ebner dan Weber disebut juga glandula lingualis
posterior
Ø Kelenjar-kelenjar pada pallatum dengan asinus mukus .
Faktor
yang mempengaruhi sekresi saliva :
Ø
Irama siang malam
Ø
Sifat dan besar stimulus
Ø
Tipe kelenjar
Ø
Diet
Ø
Umur, jenis kelamin dan fisiologi seseorang
Ø
Kadar hormon
Ø
Elektrolit
Ø
Kapasitas buffer
Ø
Obat-obatan
Ø
Gerak badan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar