1.
Perbedaan keuntungan dan kerugian material
|
Iqbal Nm
1040911072
|
Kultur permukaan mempunyai beberapa keuntungan
antara lain cara operasinya sederhana dan bebas dari masalah kontaminasi.
Kelemahannya adalah membutuhkan ruangan yang luas dan membutuhkan banyak
tenaga.
#Medium Padat atau Semipadat : Medium padat atau semi padat dalam
fermentasi permukaan menggunakan partikel substrat padat, seperti jagung
giling, bekatul gandum dengan atau tanpa penambahan larutan nutrien yang
diserap oleh permukaan substrat padat tersebut.
Pada kebanyakan kapang, (keuntungan) pertumbuhannya pada permukaan medium padat dapat
membentuk spora yang lebih banyak dengan kemungkinan hidup yang lebih lama
dibandingkan dengan kultur terendam. Produksi enzim melalui proses koji menggunakan
bekatul gandum sebagai substrat yang dicampur dengan air sehingga bersifat semi
padat, kadang-kadang ditambahkan nutrien tambahan, asam atau buffer. Fermentasi
dilakukan dengan cara menyebar substrat yang telah disterilkan dan
diinokulasikan kedalam baki dengan ketebalan tertentu.
Salah satu kelemahan
medium padat atau semi padat adalah
pemakaian substrat yang tidak efisien,
karena itu pada fermentasi aerobik sifat porositas medium padat atau semi padat
dengan sifat porositas yang baik memungkinkan penetrasi udara ke bagian dalam
medium sehingga pertumbuhan dapat terjadi diseluruh bagian medium.
#Medium cair digunakan baik pada fermentasi
permukaan maupun fermentasi terendam. Fermentasi permukaan medium cair
merupakan metoda fermentasi yang telah lama diterapkan untuk memproduksi
berbagai produk fermentasi, yaitu sebelum fermentasi terendam terbukti lebih
efisien untuk memproduksi berbagai produk fermentasi yang bernilai ekonomi
tinggi dan menghendaki sterilitas yang tinggi.
2. Bagaimana
cara menaikan produk fermentasi
-Inokulasi dalam bentuk spora akan mengurangi biaya
operasi dalam suatu industri fermentasi.
-menumbuhkan kapang bersangkutan dalam morfologi
yang sesuai, karena bentuk morfologi kapang mempengaruhi proses
fermentasi.
contoh: morfologi Aspergillus niger untuk memproduksi asam sitrat secara optimal adalah bentuk pellet, sedangkan morfologi P.chrysogenum untuk memproduksi Penicillin secara optimal adalah bentuk Filamen.
contoh: morfologi Aspergillus niger untuk memproduksi asam sitrat secara optimal adalah bentuk pellet, sedangkan morfologi P.chrysogenum untuk memproduksi Penicillin secara optimal adalah bentuk Filamen.
-
Kinetika
pertumbuhan sel ditentukan oleh:
1. Jenis mikroorganisme yang ditumbuhkan
2. Media Fermentasi yang digunakan
3. Sistem Fermentasi yang digunakan
3. Macam2
metode fermentasi ada 3, Keuntungan dan kerugian masing2 metode fermentasi dan
cara kerja masing2 metode:
1.Fermentasi
sistem tertutup (Batch System): Pada
fermentasi sistem ini tidak dilakukan lagi
penambahan komponen substrat, setelah inokulasi kedalam medium steril didalam fermentor,
kecuali penambahan oksigen, anti buih dan asam atau basa untuk mengatur pH.
Selama
fase eksponensial dalam kondisi kultur yang sesuai , mikroba tumbuh dengan laju pertumbuhan
maksimum ( m maks. ).
Jadi pada
fase eksponensial specific growth rate = m maks.
Makin
tinggi bilangan µmax suatu mikroorganisme à makin
mudah mikroorganisme tsb tumbuh atau makin cocok kondisi lingkungan terhadap
mikroorganisme tsb.
Laju
pertumbuhan maksimum juga dipengaruhi
oleh panjang rantai molekul substrat, karena untuk memecah substrat
dengan rantai mol. yang lebih panjang dibutuhkan energi yang lebih besar.
Tetapi
karena pertumbuhan berlangsung dengan mengkonsumsi nutrien dan sekaligus
mengeluarkan produk-produk metabolit yang terbentuk maka setelah waktu tertentu
laju pertumbuhan akan menurun dan akhirnya pertumbuhan berhenti sama sekali.
Berhentinya
pertumbuhan dapat disebabkan karena berkurangnya beberapa nutrien yang essential dalam medium
atau karena terjadinya akumulasi autotoksin dalam medium atau kombinasi keduanya.
Fase
stasioner dalam batch culture merupakan fase dimana laju pertumbuhan
menurun sampai tidak ada pertumbuhan lagi.
Pada fase ini aktivitas metabolisme sel
masih berlangsung, dan mikroba memproduksi metabolit sekunder (fase populasi
maksimum).
Untuk
menginduksi metabolit sekunder agar dapat berlangsung pada fase eksponensial
dapat dilakukan teknik manipulasi kondisi fermentasi , misalnya dengan memakai
sumber karbon yang menurunkan laju pertumbuhan.
2.Fermentasi
sistem kontinyu: Dalam fermentasi ini larutan nutrien steril dalam volume
tertentu ditambahkan ke dalam fermentor secara kontinyu, dan pada yang sama
larutan berisi sel dan produk-produk metabolisme dikeluarkan dari fermentor
dengan volume yang sama.
Dalam
fermentasi kontinyu, larutan nutrien steril dalam volume tertentu ditambahkan
kedalam fermentor secara kontinyu, dan pada saat yang sama larutan yang berisi
sel dan produk-produk metabolit dikeluar-kan dari fermentor dengan volume yang
sama.
Jika
penambahan dan pengeluaran nutrien dengan volume dan kecepatan alir diatur
sedemikian sehingga seimbang, maka akan tercapai kondisi yang disebut “
steady-state “
Jadi,
penambahan medium baru dengan kecepatan yang sesuai dapat menghasilkan keadaan
“
steady-state “, dimana pembentukan sel-sel baru
jumlahnya sama dengan sel-sel yang dikeluarkan dari fermentor.
Jadi
dalam keadaan “steady state” : konsentrasi sel, laju pertumbuhan,
konsentrasi nutrien dan konsentrasi produk tidak mengalami perubahan dengan
bertambahnya waktu fermentasi.
Berdasarkan
sistem kontrol yang digunakan dalam mempertahankan keadaan “steady state”, terdapat dua tipe fermentasi
kontinyu yaitu chemostat dan turbidostat.
Pada
chemostat, pertumbuhan sel selama fermentasi berlangsung, dikontrol dengan cara
mengatur konsentrasi salah satu substrat terbatas dalam medium.
Sedangkan
pada turbidostat, pertumbuhan atau konsentrasi sel dipertahankan konstan dengan
memonitor kekeruhan kultur.
Sistem
chemostat lebih banyak diterapkan karena tidak membutuhkan sistem kontrol yang
rumit. Tetapi sistem turbidostat juga
memiliki kelebihan antara lain: kemingkinan keluarnya semua sel dari kultur
dapat dihindari.
Jika D > m , maka
kecepatan pengenceran < kecepatan
pertumbuhan, akibatnya sel-sel cepat tercuci dan jumlahnya didalam tabung
fermentasi semakin berkurang.
jika m lebih besar dari pada D, maka kecepatan pertumbuhan lebih tinggi dari pada kecepatan pengenceran, sehingga jumlah sel (N) semakin lama semakin meningkat. Akibatnya nutrien di dalam tabung fermentasi semakin lama akan berkurang, dan kecepatan pertumbuhan jadi lambat.
jika m lebih besar dari pada D, maka kecepatan pertumbuhan lebih tinggi dari pada kecepatan pengenceran, sehingga jumlah sel (N) semakin lama semakin meningkat. Akibatnya nutrien di dalam tabung fermentasi semakin lama akan berkurang, dan kecepatan pertumbuhan jadi lambat.
3.Fed batch
process atau semi kontinyu: Merupakan metode tertutup dengan penambahan
substrat pada selang waktu dan volume tertentu.
pada
sistem ini volume kultur makin lama semakin bertambah.
Keuntungan
dari sistem “Fed-Batch” ini ialah konsentrasi sisa substrat terbatas dapat
dipertahankan pada tingkat yang sangat rendah.
Konsentrasi
substrat yang sangat rendah ini mempunyai keuntungan yakni:
1.
Efek represi dari sumber karbon yang
digunakan dengan cepat dapat dihindari.
2.
Efek toksis komponen medium dapat
dihindari.
4. Masing2
metode fermentasi bagaimana cara memperbaiki produk hasil fermentasi
-sistem tertutup: Untuk menginduksi metabolit
sekunder agar dapat berlangsung pada fase eksponensial dapat dilakukan teknik
manipulasi kondisi fermentasi , misalnya dengan memakai sumber karbon yang
menurunkan laju pertumbuhan.
-sistem kontinyu:
5. Sterilisasi,
bagaimana bila media swt tidak steril.
Jawab: inokulasi sulit karena ada mikroorganisme
asing, bisa tumbuh 2 mikroorganisme yang berbeda, bisa tumbuh bakteriophage
yang memakan mikroorganisme biakan.
Jika fermentasi terinfeksi oleh mikroorganisme
asing, maka :
1.Medium akan menumbuhkan keduanya dan
menghasilkan 2 produk, baik produksi organisme maupun kontaminan, sehingga akan
menghasilkan kehilangan produktivitas.
2.Jika fermentasi dilanjutkan kemungkinan
kontaminan akan menghasilkan produk atau mendesak produksi dari mikroorganisme
yang diinginkan dan menghilangkannya dari fermentasi.
3.Organisme asing dapat mengkontaminasi produk
akhir, mis. Protein sel tunggal dimana
sel-sel memisah dari nutrien, kandunganproduk.
4.Kontaminan memproduksi senyawa-senyawa yang
menyulitkan
ekstraksi produk akhir.
5.Kontaminan dapat merusak produk yang diinginkan.
6.Kontaminan dari suatu fermentasi bakteri dengan
” phage” dapat melisis kultur.
6. Kapan
dilakukan inokulasi penicilin? Inkulasi penisilin dengan botle.. kenapa? alasannya.
diinokulasikan kedalam medium fermentasi pada saat
sel aktif melakukan metabolisme (fase
pertumbuhan eksponensial). Karena untuk bakteri pembentuk spora umur
inokulum dipengaruhi oleh lamanya fase adaptasi.
Lamanya fase adaptasi dipengaruhi oleh volume
inokulum dan kondisi fisiologinya.
Penisilin: Pembentukan
spora kapang pada media Agar
Pembentukan spora kapang dapat berlangsung
pada media agar yang sesuai , tetapi diperlukan luas permukaan yang besar untuk
menghasilkan spora dalam jumlah banyak. Karena itu telah diterapkan teknik
” roll-bottle” untuk memproduksi spora
dari Penicillium chrysogenum.
Dengan teknik ”roll-botle” ini , 300 mL medium yang mengandung agar sebanyak 3
% dimasukkan ke dalam botol silinder yang volumenya 1 Liter. Setelah
disterilkan dan didinginkan sampai pada suhu 45oC, kemudian botol
diputar dengan alat pemutar (roller-mill) sehingga medium agar akan melapisi
permukaan botol bagian dalam. Selanjutnya botol diinokulasi dengan suspensi
spora kapang dari sub-master slope dan diinkubasikan pada 24 oC
selama 6-7 hari.
7.
Jelaskan dan subutkan contoh Inhibtor, induser, prekusor, apa saja?
(fungsi penambahanan bahan sebagai apa?)
8. Diagram
design fermentsi
9. kelebihan
dan kekurangan fermentasi dibanding sintsis total
Fermentasi
|
Sintesis Total
|
|
1
|
Mudah dikontrol meskipun senyawanya kompleks
|
Sulit dikontrol terutama sintesis senyawa kompleks
|
2
|
Rendemen produk cukup
|
Rendemen tergantung ke komplekan senyawa -> semakin kompleks,
rendemen semakin kecil
|
3
|
Tidak memberi masalah limbah yang serius
|
Memberikan masalah limbah yang serius
|
4
|
Perlu kondisi aseptis/steril
|
Tidak perlu kondisi aseptis/steril
|
5
|
Bahan relatif murah
|
Bahan mahal
|
6
|
Instrumen sangat mahal
|
Instrumen tidak terlalu mahal
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar