Kamis, 27 Agustus 2009

Meditasi


4  Unsur pokok dalam bermeditasi :

1. Hening         :  Keheningan yang sesungguhnya terletak di dalam diri kita, dan dapat dicapai melalui pemusatan perhatian. Hening adalah sikap batin dalam berelasi : mengenal, terbuka, saling mencintai. Keheningan ini mengandung kebenaran, menyembuhkan dan menenangkan.
2. D i a m          :  Diam adalah keseimbangan fisik, mental dan spiritual. Diam secara fisik akan berdampak langsung pada keheningan jiwa.
3.Sederhana   :  Artinya menjadi diri kita apa adanya. Jangan mempunyai tuntutan dan harapan. Janganlah mengevaluasi apa saja, termasuk meditasi anda. Hayati dan nikmati apa saja yang terjadi.  
4. Pasrah         :   Pasrahkanlah segala dan apapun yang terjadi kepada Tuhan.

Cara melaksanakan mediatasi :

Duduklah dengan punggung tegak dan dalam keadaan sesantai mungkin.
Diam, tenangkan diri, dengan mata tertutup.
Setiap memulai ataupun mengakhiri meditasi, berdo'alah sesuai dengan keyakinan anda.
Bernafaslah dengan perlahan dan dalam. Ikutilah irama pernafasan anda. Rasakan kesegaran udara.
Niatkan irama pernafasan anda yg semakin perlahan membawa anda semakin rileks, santai dan nyaman.
Bila sesekali pikiran anda melintas dan mengganggu, fokuskan kembali perhatian anda pada pernafasan anda.
Lama kelamaan anda terhanyut dalam keheningan yang semakin dalam. Mungkin anda akan mengantuk tetapi usahakan jangan tertidur. Kembali...perhatikan dan ikuti irama pernafasan anda.
Setelah beberapa lama kita dalam keheningan yang dalam, kita akan mengalami keadaan yang orang Jawa menyebutnya dengan istilah "liyep layaping aluyup"
Disinilah kita memasuki keadaan seperti yang digambarkan dalam Serat Wedhatama karya Mangkunegara IV sbb :

Tan samar pamoring suksma,
Sinukmaya winahya ing ngasepi,
Sinimpen telenging kalbu,
Tarlen saking liyep layaping aluyup,
Pindha pesating sumpena,
Sumuruping rasa jati.

Pencapaian rasa jati  inilah yang menjadi tujuan utama bermeditasi. Karena dengan demikian, kita akan menemukan jati diri kita yang sejati, beserta dengan segala kemampuan yang telah dikaruniakan Tuhan kepada setiap manusia.
Namun tidak berarti bahwa dengan sekali bermeditasi, kita akan mendapatkan hasil seperti yang tersebut diatas.
Pencapaian dari bermeditasi ini akan ditentukan oleh seringnya kita melakukan latihan, yang bisa diibaratkan seolah kita menaiki tangga spiral.....berjalankah terus, dan tanpa terasa akhirnya kita sudah sampai di lantai atas !
Berlatihlah terus bermeditasi.....tanpa sadar, akhirnya anda akan  merasakan lebih tenteram, lebih bisa menerima apa adanya, lebih sabar, lebih arif bijaksana dan lebih berbahagia ! Semoga...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar