Sabtu, 07 November 2009

Fitnah Dajjal (Teori Evangelion)

"Mereka yang menyembah teknologi
menganggap Tuhan sebagai seorang Teknisi"
Okay, ini adalah hal tergila dari yang pernah saya nyatakan seumur hidup saya. Akhirnya saya terpaksa harus berterus terang juga. Adalah kesalahan saya tidak mensistematisasikan ide sehingga apa yang saya utarakan terekesan-terputus putus. Sampai-sampai orang tidak dapat mengerti arah pembicaraan saya yang sebenarnya.

Hal inilah yang membuat beberapa sahabat saya mendesak saya untuk menuliskan latar belakang saya yang ‘kelam’ dari penulisan Teori Evangelion. Mereka khawatir bahwa Teori Evangelion tersebut dapat menimbulkan banyak sekali kesalahpahaman terhadap ajaran-ajaran agama serta konsep ketuhanan yang selama ini kita yakini. Tapi perlu diketahui bahwa saya sedikitpun belum menuliskan apa yang sebenarnya dimaksud dengan Teori Evangelion. Mengapa?? Karena teori Evangelion adalah anti-thesis yang belum 100% sempurna dari pemaparan sebelumnya. Suatu pemaparan yang saya ambil dari pemikiran-pemikiran serta kumpulan tulisan-tulisan, thesis, serta buku-buku orang lain yang mana terdapat suatu benang merah yang dapat mengancam seluruh ajaran agama di dunia.

Dalam asumsi saya, saat ini terdapat sebuah ajaran baru…ajaran yang bersifat materialis yang jauh lebih berbahaya dari Teori Evolusi, paham Atheis, ataupun kelompok-kelompok penyimpangan agama kelas teri lainnya seperti JIL atau Ahmadiyah (saya katakan bahaya JIL ataupun bahaya sekte menyimpang lainnya tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan bahaya ajaran baru ini). Suatu ajaran yang hanya dengan sekali pukulan telak dapat menghancurkan seluruh konsep ketuhanan agama-agama di Dunia (termasuk Islam).

Sebuah ajaran baru yang pada ujungnya mengkultuskan Dajjal sebagai Tuhan!!!!

Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad :
“Sungguh, belum pernah ada cobaan di muka bumi, sejak Allah menciptakan keturunan Adam, yang lebih besar dari Dajjal. Allah tidak pernah mengutus seorang Nabi, hingga pasti ia memperingatkan umatnya terhadap Dajjal. Aku adalah Nabi yang terakhir dan kalian adalah ummat yang terakhir; dan tak bisa tidak, Dajjal akan keluar di kalangan kalian”.

Seseorang yang bernama Erich Von Daniken yang telah menulis banyak sekali buku tentang ajaran baru ini dan mendapatkan kekayaan yang berlimpah dari hasil penjualan buku dan lain-lain yang berkenaan dengan ajaran tersebut. Salah satu dari bukunya terjual laris hingga 60 juta kopi dan diterjemahkan kedalam 32 bahasa di dunia.

Bisa anda bayangkan bahwa 60.000.000 orang yang membeli bukunya itu terpengaruh oleh agama baru itu dan kemudian memiliki keyakinan yang baru sesuai dengan keyakinan yang dijajakan dalam buku itu; kemudian orang-orang tersebut misalnya masing-masing dari mereka mendakwahkan keyakinan barunya itu dan berhasil membuat masing-masing 2 orang pengikut; maka dengan segera kita mendapatkan angka 180,000,000. Jumlah ini sangat besar mengingat jumlah orang yang menganut agama Yahudi saja tidak akan melebihi angka 10 juta orang.
Mereka adalah orang yang memiliki keyakinan yang sama yaitu mereka yakin bahwa Allah dalam Islam adalah tuhan sesungguhnya yang sedang mereka cari.
Meski mereka berangkat dari pemahaman Bible dan Al Quran yang dipadu dengan pemahaman Science yang tinggi, hal itu malah membuat mereka meyakini kebenaran Kitab Al Quran, juga meyakini kebenaran Islam. Tapi Allah yang mereka yakini bukan Allah yang sesuai dengan Konsep ketuhanan dalam agama Islam. Allah yang mereka yakini adalah seorang pemimpin dari sebuah peradaban yang sangat tinggi di luar Planet Bumi yang dengan penguasaan teknologinya yang sangat mumpuni, ia memperluas daerah jajahannya di alam semesta melalui propaganda “SATU TUHAN”!!

Ia adalah Allah si Pencipta Adam dari hasil rekayasa genetika manusia jaman pra-sejarah. Ia yang menyemai benih-benih kehidupan di Planet, juga berbagai Mukjizatnya adalah hasil dari penguasaannya yang sangat Tinggi terhadap ilmu Science. Hal ini dapat mereka buktikan ketika mereka menjelaskan dengan sangat Ilmiah latar belakang kehidupan di Planet Bumi sebelum turunnya Adam, proses penciptaan Adam, penyemaian benih2 kehidupan di Planet-planet secara ilmiah (yang secara teori dapat dilakukan oleh manusia), sebab-sebab ilmiah terjadinya Banjir besar jaman Nabi Nuh, peradaban2 tinggi di masa lampau termasuk Atlantis, dan semua mukjizat Nabi dapat mereka jelaskan secara Ilmiah, para penganutnya yang kebanyakan adalah orang-orang terpelajar sudah menemukan cara untuk menciptakan suatu materi yang berawal dari sebuah “Ketiadaan” (teknik itu dinamakan ‘Antimatters’)http://en.wikipedia.org/wiki/Antimatter, http://www.science.edu.sg/ssc/detailed.jsp?artid=5333&type=6&root=5&parent=5&cat=55… persis seperti Allah ketika menciptakan materi yang diawali dari suatu ketiadaan, bahkan hingga proses isra mi’raj Nabi Muhammad dapat mereka jelaskan secara sangat Logis dan Ilmiah untuk memperkuat kebenaran Al Quran tapi juga sekaligus membuktikan bahwa Allah adalah sang penguasa yang menguasai teknologi dari Planet Lain dan bermaksud menguasai seluruh alam semesta ini dalam propaganda “SATU TUHAN”!!

Dengan kata lain, ALLAH YANG SELAMA INI DISEMBAH ADALAH ALIEN!!
Mungkin banyak orang akan tertawa mendengar hal ini. Saya pun dulu begitu, tapi tawa itu dengan seketika berubah menjadi rasa takut dan kebingungan ketika kita dihadapkan pada argumen ajaran baru itu. Sangat Ilmiah dan logis serta dapat dibuktikan kebenarannya. Ini baru gambaran kasar saja.

Ini adalah agama yang akan muncul pada masa yang akan datang yang disusun dan dibentuk sebagai alternatif yang setara dengan agama lainnya—sesuai dengan harapan orang-orang yang meyakininya—setelah manusia cukup lelah disibukan oleh perbedaan, kekacauan, kontroversi, perselisihan yang (menurut mereka) salah satunya disebabkan oleh keberagaman keagamaan. Agama ini diharapkan akan disukai oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan yang ghaib dan tradisional.

Karena kaitan yang erat antara perkembangan “agama masa depan” ini dengan Alien, maka sudah sangat sewajarnya kalau saya memaparkan Alien ini dengan segala sesuatu yang berkenaan dengan pemunculannya di seluruh penjuru dunia, termasuk UFO. Ada baiknya apabila anda memperhatikan pembahasan itu secara seksama supaya tidak ada satupun benang merah yang terputus terurai yang akan membuat tidak sempurnanya jalinan kain yang sedang saya buat. Teori Evangelion Volume-volume berikutnya dimulai dengan pembicaraan sekitar pemunculan peradaban tinggi yang telah dicatatat oleh sejarah yang lalu kemudian dilanjutkan dengan pembahasan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan Alien. Bisa ditebak setelah penelitian mereka selama puluhan tahun bahwa peradaban-peradaban maju di masa lalu, Mitologi Yunani dan juga kepercayaan terhadap dewa-dewi itu berdasarkan aktivitas Alien yang di masa lalu yang dianggap sebagai “DEWA YANG TURUN DARI LANGIT”.

Di dalam ilmu mitologi di Eropa, cerita-cerita yang terdapat di kitab Injil atau Bibel tidak dikelompokan ke dalam mitos meskipun kalau kita lihat cerita-cerita di dalam Bibel itu banyak kesamaannya dengan cerita-cerita yang ada di dalam mitos-mitos dari Persia, Babilonia, Mesir, dan Yunani.

Bagi orang modern yang memiliki sikap skeptis (yaitu sikap tidak mau tahu atau selalu tidak percaya terhadap apa-apa yang dipercayai orang) semua itu tetap digolongkan kedalam mitos, baik itu tulisan yang terdapat pada kitab suci, tanah liat, batu, papirus, dan sebagainya semuanya digolongkan ke dalam mitos. Kalau kita kesampingkan semua literatur kuno dan semua naskah atau tulisan itu (yang semuanya bagi masyarakat moderen tidak masuk akal atau paling tidak terlalu hebat untuk dibayangkan dan mungkin ada penjelasan lain yang lebih masuk akal), maka kita masih akan dihadapkan kepada permasalahan yang nyata yang ada di depan mata kita. Kita punya setumpuk pertanyaan yang harus kita jawab. Misalnya, siapakah yang membangun bangunan dari batu besar yang berserakan di seluruh penjuru dunia? Bagaimana semua bangunan itu dibuat? Mengapa mereka membangun piramid-piramid di seluruh penjuru dunia untuk kemudian mereka tinggalkan begitu saja? Siapa yang membuat garis-garis dan lukisan-lukisan raksasa dipermukaan Bumi ini?Siapakah yang menciptakan peradaban nuklir dan antariksa di masa lalu? Siapakah yang membuat bangunan artistik di planet Mars? Untuk tujuan apa dan bagaimana mereka membuat itu?

Berawal dari penelitian berpuluh-puluh tahun oleh Professor Zacharia Sitchin tentang peradaban Sumeria, ras Anunnaki hingga konspirasi Planet Nibiru yang berkaitan dengan Isyu bencana tahun 2012, kini banyak “para ilmuwan” terpengaruh ingin meneliti dan mengemukakan pandangannya karena mereka menganggap bahwa akan senantiasa ada penjelasan yang masuk akal dari setiap misteri yang ada—termasuk misteri-misteri dunia yang selama ini belum mendapatkan penjelasan maksimal. Para ilmuwan itu ingin menjelaskan dengan penjelasan ilmiah atau dengan menggunakan ilmu-ilmu pengetahuan alam dan prinsip-prinsip hukum alam yang berlaku di dunia ini.

Para ilmuwan itu sepakat bahwa penjelasan yang masuk akal dari semua misteri dunia ini ialah adanya kunjungan tamu dari angkasa luar yang berperadaban tinggi. Makhluk-makhluk luar angkasa itu telah datang ke planet Bumi ini pada jaman pra-sejarah dan juga pada jaman sekarang. Mereka telah lama berinteraksi dengan manusia-manusia Bumi atau dengan manusia-manusia pra-sejarah. Menurut pendapat “para ilmuwan” itu, merekalah sebenarnya yang disebut TUHAN atau DEWA oleh manusia-manusia pada jaman dahulu.

Kita akan terpesona dan akhirnya menggumamkan beberapa patah kata “Bagaimana orang pada masa lalu menciptakan peradaban yang canggih itu?”. Selanjutnya kita akan melihat bagaimana “orang-orang yang meyakini bahwa Tuhan itu tidak lain adalah Alien” menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
- Apa sebenarnya yang disebut dengan “Tuhan” itu?
- Bagaimana Tuhan itu membuat mu’jizat-mu’jizat di dunia ini?
- Lalu apa makna dari setiap mu’jizat itu?
- Ada hubungan apa Tuhan itu dengan manusia?
- Dari manakah Tuhan itu berasal? Dan kemana Tuhan itu pergi?
Hampir semua jawaban mereka dari pertanyaan di atas itu sudah cukup pedas dan menohok untuk membuat kita yang beragama merasa tersinggung dan naik darah. Jika mereka dimintai bukti akan jawaban mereka, mereka dapat dengan mudahnya menyodorkan bukti-bukti, baik itu bukti Ilmiah, bukti arkeologis, maupun bukti-bukti dari Al Quran dan Hadist yang akan sangat sulit sekali untuk dibantah.

Akan tetapi apabila kita termasuk seseorang muslim yang tercerahkan maka sebaiknya kita harus sanggup menahan diri terlebih dahulu untuk nantinya kita mempertanyakan ulang pendirian mereka dan kalau bisa menyerang balik dengan hujjah-hujjah yang baik dan penuh hikmah. Ingat! Mereka adalah orang-orang yang terdidik dan logis,tentunya bila hanya mengandalkan ayat Kitab suci saja tidak cukup untuk melawannya. Argumen yang Logis itu harus dibalas dengan hujanan argumen yang lebih logis pula; jangan hanya dibalas dengan ayat kitab suci saja atau hujanan panah atau hujanan caci maki dan sumpah serapah, karena itu menunjukkan kelemahan intelektual umat beragama. Inilah dialog yang benar—dibenarkan secara logika dan beradab.

Akan tetapi sebelum kita mempermasalahkan mereka—orang-orang yang memiliki gagasan Ketuhanan seperti di atas—sudah selayaknya apabila kita terlebih dahulu mendengarkan apa kata mereka. Karena selain kita masih gelap dan belum mengerti benar apa yang mereka maksudkan, terlebih lagi kita sebagai makhluk beradab harus memberikan porsi yang sama kepada orang yang berlainan pendapat dengan kita, agar mereka dapat mengeluarkan unek-uneknya. Sikap terpuji seperti itu harus tetap kita jaga.

Imam Ali bin Abi Thalib (as.), pernah berkata:
“Ambillah hikmah itu, walaupun keluar dari mulut seorang munafik”, beberapa penggalan informasi yang bisa kita ambil dari mereka sebagai hikmah; bukan untuk menuruti apa yang dikatakannya, akan tetapi untuk menimbang posisi kita agar kita tidak salah posisi sehingga kita tidak bisa memberikan penilaian yang benar dan memuaskan.

Pembenaran pseudo ilmiah ialah pembenaran yang diilmiah-ilmiahkan; dengan kata lain itu bukan pembenaran ilmiah melainkan pembenaran yang dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat ilmiah atau berbau ilmiah. Pembenaran inilah yang tampaknya mewarnai seluruh ajaran baru itu karena ajaran baru itu sendiri tampaknya lebih banyak berdiri di atas asumsi-asumsi yang mencoba untuk menghubungkan satu informasi atau fakta dengan informasi atau fakta lainnya sehingga bisa membentuk kerangka teori yang cukup kuat untuk diajukan dan diterima masyarakat luas di Negara maju seperti Amerika. Banyak orang di barat telah menjadi pengikut ajaran baru itu (yang secara tak langsung merupakan pelogisan dari ajaran Kabalah atau paganisme masa silam) diantaranya adalah Madonna, Barrack Obama, Lady Gaga, Jay Z, George Bush dll—meskipun ajaran baru ini terbilang sangat spektakuler dan agak sukar diterima masyarakat luas, terutama di negara-negara berkembang apalagi di negara terbelakang yang sangat relijius seperti Indonesia.

Ajaran baru ini secara ilmiah mendapatkan cukup banyak dukungan teoritis dari berbagai kalangan—baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Dan hal ini semakin diperkuat dengan kisah Billy Eduard Meier yang bertemu dengan “Semjase” dari Galaksi Pleiades yang mengajaknya berjalan-jalan ke masa lalu bertemu Nabi Terdahulu untuk meluruskan ajaran Kristen yang telah disewengkan kitab Injilnya.

Dari “Semjase” pula ia diberitahu bahwa Nabi Muhammad pernah menjalin komunikasi dengan manusia dari Galaksi Pleiades. Pada masa itu manusia dari Galaksi Pleiades disebut sebagai “The Fallen Angel” oleh masyarakat pada masa itu.

Dari perjalanan ke masa lalu itu pula Billy Meier mengaku bertemu dengan lelaki bernama “Talmud Jmmanuel” yang saat ini lebih dikenal sebagai Isa Almasih/Yesus Kristus. Dari pengalaman ini, Billy Meier menulis sebuah buku berjudul “THE REAL NEW TESTAMENT-TALMUD JMMANUEL” yang isinya adalah Bible versi Asli untuk membenarkan kebenaran Al Quran tentang kesalahan umat Kristiani dan meluruskan pemahaman dalam Bible masa kini yang telah diselewengkan.

Adanya mahluk-mahluk di luar bumi ini tidak hanya telah dikatakan dalam Al Quran (QS As Syuura : 29), tapi juga telah dikatakan dalam Hadist Nabi. Di dalam Al Qur'an maupun hadits, sering disebut-sebut tentang para penduduk langit. Sebagian ulama menafsirkan penduduk langit adalah para malaikat yang menjalankan tugasnya di seluruh penjuru langit. Namun ada sebuah hadis yang cukup menarik tentang hal ini.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah, MalaikatNya, serta penduduk langit dan bumi, hingga semut yang ada di dalam lubangnya, dan ikan-ikan di lautan, (semuanya) bersalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia” (HR. Tirmidzi).
Dari hadis ini terlihat jelas bahwa Rasulullah membedakan antara malaikat dan penduduk langit.

Ajaran baru ini merupakan pencerahan sekaligus senjata pamungkas yang dahsyat bagi orang Atheis untuk meluluhlantakkan “Missing Link” Teori Evolusi sekaligus menghancurkan konsep ketuhanan seluruh agama di dunia. Atheisme sekarang sudah berubah wujud lagi dikalangan sebagian orang-orang agnostik (orang yang berada diambang keraguan). Atheisme sudah kehilangan definisi awal yaitu sebagai kepercayaan akan tiadanya Tuhan. Sebagian dari mereka yang mengaku Atheis sekarang mengakui Allah itu ada sekaligus mengakui kebenaran kitab suci Al Quran; akan tetapi yang mereka akui sebagai Allah itu berbeda dengan yang diakui oleh umat Islam. Allah yang diakui oleh muslim saat ini itu bersifat spiritual, ghaib, dan serba lebih dari makhluk yang diciptakannya. Sedangkan Allah dalam konsepsi ajaran baru itu digambarkan sebagai sesosok yang mirip seperti kita, manusia (mereka mengacu pada salah satu dalil yang menggambarkan manusia diciptakan dengan mengikuti gambaran Tuhan yang menciptakannya). Tuhan itu digambarkan sebagai pemimpin dari kebudayaan super teknologi; yang mampu menciptakan mu’jizat-mu’jizat secara teknologis. Tuhan yang bisa dilihat mata lewat penampakan malaikat-malaikatnya dalam wujud UFO (ini mengacu pada ayat-ayat perjanjian lama, juga Ayat Al Quran serta hadist nabi berkenaan dengan masalah langit dan Isra mi’raj). Tuhan yang bisa berhubungan dekat dengan manusia. Jadi, setelah lama menentang keberadaan Tuhan; sekarang malah orang-orang atheis itu mempercayai adanya tuhan sekaligus menciptakan Tuhannya sendiri yang sesuai dengan selera mereka. Tuhan yang secara Ilmiah memenuhi selera paham materialisme. Ini adalah pemurtadan yang spektakuler dan canggih. Penyelewengan aqidah oleh JIL, Ahmadiyah, ataupun pemurtadan oleh oknum Orientalis dsb itu hanyalah penyelewengan kelas teri dan kalah telak bahayanya secara intelektual bila dibandingkan dengan ajaran baru ini.

Dengan datangnya Ajaran baru itu, orang-orang atheis seolah-olah mendapatkan angin segar dengan pemahaman baru akan hakikat ketuhanan. Mereka bersorak sorai setelah sadar bahwa dengan mengandalkan ajaran baru itu, mereka bisa memukul balik dengan serangan dasyhat. Bagaimana tidak, dengan ajaran baru itu mereka bisa memukul semua agama sekaligus cuma dengan satu pukulan saja. Mereka juga tidak lagi dipusingkan oleh adanya Tuhan yang tak tampak. Mereka memiliki Tuhan lain yang tampak dan bisa dilukiskan secara fisik. Agama yang menistakan konsep ketuhanan semua agama; agama yang memiliki wajah Tuhan yang tampak; agama yang “Logis dan Ilmiah” (dengan pengertian kata ilmiah yang sesuai dengan keyakinan yang mereka miliki).

“Mereka yang menguasai media
bisa menguasai dunia”

Syaikh Muhammad Isa Dawud yang menulis tentang hubungan antara Dajjal dan piring terbang di dalam bukunya yang termasyhur Al-Khuyuth alKhafiyyah baina al-Masikh ad-Dajjal wa Asrar Mutsallats Barmuda wa al-Athbaq ath-Tha’rah yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul “Dajjal akan muncul dari segitiga Bermuda”. Muhammad Isa Dawud dengan berani dan tegas menegaskan bahwa diantara piring terbang yang telah melintas di langit bumi ini merupakan produk Dajjal. Ia memiliki kemampuan untuk membuat piring terbang itu karena Dajjal itu memiliki intelejensia yang jauh sekali di atas rata-rata manusia. Kebenaran dari apa yang ia sampaikan itu masih ada di tataran asumsi yang belum 100% terbukti. Akan tetapi karena pemahaman yang telah ditawarkan oleh Agama baru itu tentang konsep ketuhanan yang baru itu juga masih di dalam tataran asumsi maka tidak ada salahnya kalau asumsi di atas juga disandingkan dengan asumsi yang diajukan oleh Syaikh Muhammad Isa Dawud di dalam bukunya.

Dengan menggabungkan keduanya kita bisa mendapatkan sebuah lukisan yang jelas dan jernih, walaupun keduanya berangkat dari dua buah asumsi yang belum karuan juntrungannya. Yang dimaksud dengan lukisan yang jelas di sini ialah adanya gambaran yang lengkap tentang suatu skenario besar pemurtadan atau penyesatan massal yang menurut hadits-hadits (yang berkenaan dengan keadaan akhir jaman menjelang datangnya hari kiamat yang dekat itu) sering disebut-sebut sebagai tanda-tanda akhir jaman.

Pemahaman orang akan adanya Tuhan pada suatu saat akan diselewengkan dan diganti dengan sesuatu yang membuai secara ilmiah dan meninabobokan. Dajjal sering disebut-sebut sebagai oknum yang berada di belakang semua ini.

Dengan merangkai semua asumsi tentang makhluk luar angkasa; piring terbang; penyemaian bibit kehidupan di atmosfir planet Bumi; pengajaran hikmah dari makhluk cerdas berkebudayaan tinggi kepada manusia yang masih lemah tak berdaya; para agen yang dipilih dari kalangan manusia yang akan diberikan hikmah untuk disampaikan kepada khalayak ramai dengan bahasa yang bisa lebih dipahami; pengawasan yang berkala dari makhluk luar angkasa yang memonitor segala tingkah laku manusia agar tidak membahayakan dirinya sendiri dan planet yang dihuninya, maka kita akan dengan segera bisa mengeluarkan sebuah asumsi lain—asumsi dari segala asumsi tentang konsepsi “agama baru”. Asumsi ditambah asumsi keluarnya asumsi yang lain.

Asumsi yang dimaksud ialah asumsi tentang cara kedatangan Dajjal di kalangan ummat manusia. Dajjal tidak mungkin keluar dengan cara yang digunakan oleh dajjal-dajjal kelas teri yang mengaku-aku sebagai Nabi atau sebagai Al-Masih. Karena bentuk-bentuk pengakuan seperti itu hanya akan diikuti oleh sekelompok kecil orang saja dan gaungnya tidak akan membahana ke seluruh penjuru dunia. Tidak! Dajjal yang sebenarnya tidak akan masuk keluar kampung berdakwah menjajakan gagasan dan pemikirannya. Ia tidak akan menggunakan cara-cara tradisional yang kampungan. Dajjal yang sebenarnya akan muncul dengan cara yang megah dan mengguncang semua singgasana. Ia akan datang dengan membawa kemewahan para pengikutnya; kegemerlapan perangkat perangnya; dan dihiasi keperkasaan kecanggihan teknologi yang dibawanya. Ia akan menggunakan jalur-jalur komunikasi resmi yang canggih. Dajjal akan datang dengan kendaraan piring terbang raksasa yang ternyata buatannya sendiri (merujuk pada apa yang ditulis oleh Muhammad Isa Daud). Pendek kata, kata-kata kita tidak akan sanggup membayangkan apa yang akan terjadi ketika ia datang kehadapan kita. Dengan segenap kehebatan seperti itu, maka Dajjal akan berhasil di dalam dakwahnya; segenap kehebatan itu bagaikan pancaran kharisma yang tiada bandingnya yang berhasil memukau jutaan pasang mata. Hanya dengan kemegahan itulah, Dajjal akan berani menampakkan hidungnya karena—masih merujuk pada apa yang dikatakan oleh Muhammad Isa Dawud—Dajjal itu pada hakikatnya merupakan seorang raja Yahudi yang penakut dan pemalu serta memiliki penyakit rendah diri. Jadi ia tidak akan mau menunjukkan dirinya apa adanya.

Kedatangan seperti yang dipaparkan di atas sanggup mengguncang keadaan psikologis setiap orang seperti yang disiratkan oleh hadits-hadits, dimana di dalamnya diisyaratkan bahwa kedatangan Dajjal itu merupakan sesuatu yang luar biasa; dan tidak seperti kedatangan seorang pembaharu biasa, yang datangnya juga seperti manusia biasa yaitu dengan mengajukan suatu pemikiran. Kemudian pemikiran itu ditanggapi dengan pro dan kontra. Lalu ia berpolemik dengan yang kontra. Segala kegiatannya akhirnya diliput media karena cukup menarik untuk dijadikan berita. Ia mengadakan konferensi pers kemudian mulai dikenal orang banyak. Lambat laun ia kemudian memiliki pengikut setia, selain juga penentang setia. Ia berpolemik lagi; diliput lagi; dan ada pertambahan pengikut dan pengurangan pengikut seiring dengan bertambahnya informasi yang didapat oleh para pengikut dan penentang tersebut tentang dirinya, dan seterusnya, dan seterusnya, yang tentu saja memakan waktu cukup lama untuk membentuk suatu karakter yang bisa dijadikan ikon sejarah.
Harap diingat bahwa Dajjal yang disebut-sebut di dalam hadits itu akan mengaku sebagai Tuhan dan bukan sebagai pembaharu. Tentu saja, Dajjal yang sebenarnya tidak akan berlaku bodoh dengan muncul apa adanya atau seadanya. Sekali lagi, ia akan mengaku sebagai Tuhan; oleh karena itu, untuk mendapatkan pengakuan khalayak ramai, ia harus mampu menyihir jutaan benak umat manusia secara sekaligus sehingga bisa mengguncang inti kesadaran yang dimiliki mereka. Dengan cara apa?? Bagi penggemar Teori Konspirasi pasti sudah dapat menebaknya, Novus Ordo Seclorum atau “NEW WORLD ORDER” itulah jawabnya. Suatu tata dunia baru yang sebelumnya dimulai dengan penyesatan konsep ketuhanan seluruh Agama termasuk Islam. Semua itu untuk memuluskan berdirinya “New World Order” lewat agenda mereka yang ingin mengenyahkan pengaruh agama di Muka Bumi yang digawangi oleh Dajjal lewat kelompok-kelompok rahasia penyembah setan seperti Illuminati-Freemasonry.

Dengan tampil seperti dajjal-dajjal murahan, Dajjal tidak akan mampu dan tidak akan percaya diri untuk mengaku sebagai Tuhan. Dan yang pasti, seperti yang disuratkan di dalam hadits-hadits, ia memang akan mengaku sebagi Tuhan—jadi bukan hanya sebagai Al-Masih yang legendaris atau sebagai Nabi terakhir. Ia akan mengaku sebagai Allah si pemimpin Alien dari peradaban tinggi dalam ajaran baru tersebut.

Ketika ia datang, ia akan mengacaukan sejarah ummat manusia. Ia akan mengaburkan segala pemahaman dan menistakan semua agama. Tentu saja ia tidak akan mulus di dalam tugasnya apabila ia tidak dibantu oleh anak-anak buahnya. Anak-anak buahnya harus membuat latar belakang kedatangan Dajjal sebelumnya. Anak-anak buahnya harus membuat alasan-alasan yang logis, pernyataan-pernyataan yang jelas dan terperinci yang dapat mendukung aspek KETUHANAN yang dimiliki oleh Dajjal. Apabila Dajjal datang dengan piring terbang, maka Dajjal bisa mengingatkan kita akan makhluk-makhluk luar angkasa yang dikatakan ajaran baru itu sebagai Tuhan yang menciptakan kehidupan di dunia ini. Dan sebagian dari kita yang patuh pada apa-apa yang dikatakan oleh ajaran baru itu, atau paling tidak yang terkena pengaruh film-film Hollywood dan Film Anime “Evangelion”, akan percaya begitu saja apabila Dajjal mengaku sebagai Tuhan. Di dalam hadits juga digambarkan betapa Dajjal mudah sekali mengaku sebagai Tuhan dan banyak sekali manusia yang disesatkan olehnya. Kedatangan Dajjal ini mungkin menunggu waktu yang cukup sampai ajaran baru itu berhasil mempengaruhi setiap benak orang tentang aspek Ketuhanan para Alien.

Saya tidak menafikkan keberadaan mahluk di luar bumi, karena Al Quran dan Hadist telah dengan jelas menyatakan terdapat kehidupan di Luar Bumi ini. Islam mengajarkan kita untuk menempatkan diri secara benar. Kita jangan sampai memungkiri adanya kemungkinan keberadaan mahluk-mahluk asing (Alien) di luar sana. Namun kita juga jangan terpengaruh propaganda dari mahluk-mahluk yang mengklaim sebagai Alien dan percaya 100% begitu saja Informasi yang disampaikan oleh mereka. Bisa saja mereka adalah anak buah Dajjal yang mengaku sebagai Alien.

Sekarang anda telah mengetahui apa sebetulnya yang ingin saya hajar dengan Teori Evangelion. Perlu anda ketahui pula bahwa pada awalnya saya menulis teori Evangelion beberapa tahun yang lalu itu dimaksudkan untuk menyesatkan serta menyebarkan ajaran baru itu pada sahabat-sahabat saya di Kampus. Kenapa?? Jujur saya akui bahwa saya adalah bekas penganut ajaran baru itu. Hanya sedikit orang-orang yang mengetahui bahwa saya dulu adalah penganut ajaran baru itu atau saya sebut “Dajjalisme”. Tapi sekarang saya dipaksa harus berterus terang akan semuanya. Ini pula yang menyebabkan saya dikeluarkan dari Kelompok Hizbut Tahrir.

Namun Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu dan diskusi saya dengan beberapa sahabat, kini saya nyatakan bahwa saya terbebas dari ajaran setan itu. Tapi rasa trauma dari ajaran itu masih sangat kuat membekas di kepala saya. Saya mengingatkan anda akan bahaya dari ajaran itu. Saking dahsyatnya ajaran setan itu, hingga kini saya masih sering mengalami rasa ketakutan dan dilanda kebingungan yang sangat hebat. Bahkan beberapa teman yang telah berhasil saya kufurkan dulu di Kampus masih terpengaruh dengan ajaran itu hingga kini.

Inilah latar belakang Penulisan Anti-Thesis “Teori Evangelion”. Sejak saya bertekad untuk melepaskan diri dari ajaran setan itu, saya ingin merevisi “Teori Evangelion”, tapi itu bukanlah hal mudah. Sulit sekali untuk mengcounter ajaran Dajjalisme itu. Saya sudah mencari berbagai informasi yang dapat menjelaskan penyesatan itu, bahkan hingga informasi yang beredar di kalangan Jin-pun saya telusuri. Saya tidak tahu apakah dalam hal ini meminta informasi dari dunia ghaib adalah syirik atau tidak, yang jelas semua itu saya lakukan sebagai penebusan dosa atas kekufuran yang telah saya perbuat di masa lalu. Ini adalah perlawanan terhadap “New World Order” dan fitnah Dajjal.

Mudah-mudahan dengan ini kita bisa mengambil hikmah dari semua itu.


"Maybe being Simple and Stupid is better"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar