Kamis, 03 Desember 2009

Bahan Tambahan Pangan


Pada saat ini industri pangan telah berkembang secara pesat. Peranan Bahan Tambahan Makanan (BTM) atau juga disebut Bahan Tambahan Pangan (BTP) ikut memacu perkembangan industri pangan. Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat ataupun bentuk makanan. Bahan Tambahan Makanan (BTM) ada yang memiliki nilai gizi ada yang tidak. Menurut ketentuan yang ditetapkan ada 3 kategori BTM :
  1. Bahan Tambahan Makanan yang bersifat aman, dengan dosis yang tidak dibatasi, misalnya pati.
  2. Bahan Tambahan Makanan yang digunakan dengan dosis tertentu, degan demikian dosis maksimum penggunaannya juga telah ditetapkan.
  3. Bahan Tambahan Makanan yang aman dan dalam dosis yang tepat, serta telah mandapatkan ijin beredar dari instansi yang berwenang, misalnya zat pewarna yang sudah dilengkapi sertifikat aman.
Bahan Tambahan Makanan yang aman digunakanyakni yang telah diijinkan oleh badan POM diantaranya :
  1. Pengawet : asam benzoat, asam propionat, asam sorbat, natrium benzoat dan niasin
  2. Pewarna : tartrazine
  3. Pemanis : aspartam, sakarin, dan siklamat
  4. Penyedap rasa dan aroma : monosodium glutamat
  5. Antikempal : aluminium silikat, magnesium karbonat, trikalsium fosfat.
  6. Antioksidan : Asam askorbat, alfa tokoferol
  7. Pengemulsi, pemantap dan pengental : lesitin, sodium laktat dan potasium laktat
Pemakaian bahan tambahan makanan yang tidak tepat dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi kita, gangguan kesehatn ada yang dapat langsung kita rasakan, ada pula yang baru muncul setelah beberapa tahun kita mengkonsumsi makanan tersebut. Masuknya bahan atau senyawa kimia yang bukan sebagai bahan tambahan makanan juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan keracunan,
Salah satu contoh zat kimia beracun adalah senyawa merkuri yang dapat menimbulkan kelainan genetik ataupun keracunan. Adapun senyawa organik yang mengandung cincin benzen, senyawa nikel dan krom dapat bersifat karsinogenik atau menyebabkan terjadinya kanker.
Beberapa bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan dalam makanan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI no 722/Menkes/Per/88 diantaranya :
  1. Natrium Tetraborat (boraks)
  2. Formalin (Formaldehid)
  3. Minyak nabati yang dibrominasi
  4. Kloramfenikol, kalium klorat.


  1. Nitrofurazon, dietilpilokarbonat
  2. Asam salisilat beserta garamnya.
Sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI no 1168/Menkes/PER/X/1999, selain Bahan Tambahan diatas masih ada tambahan kimia lain yang dilarang, yakni rhodamin B (pewarna merah), methanyl yellow (pewarna kuning) dan kalsium bromat (pengeras).
Bahan-bahan berbahaya dalam makanan :
  1. Formalin
Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 10-40% formaldehid.
Formalin sebenarnya bukan pengawet makanan sehingga berbahaya jika ditambahkan dalam makanan. Formalin bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker, yaitu kanker saluran pencernaan, bahkan uap formalin yang terhirup dapat menyebabkan kanker saluran pernafasan. Menurut IPCS ( International programme on Chemical Safety) secara umum ambang batas aman didalam tubuh adalah 1 miligram per liter. IPCS adalah lembaga khusus dari tiga organisasi di PBB yaitu ILO, UNEP dan WHO yang mengkhususkan pada keselamatan penggunaan bahan kimiawi. Bila formalin yang masuk ke tubuh melebihi ambang batas tersebut maka dapat mengakibatkan gangguan pada organ tubuh, baik jangka pendek maupun panjang.. Formalin sering ditemukan dalam industri rumahan yang tidak terdaftar maupun terpantau oleh Depkes maupun BPOM setempat. Bahan makanan yang diawetkan biasanya mi basah, tahu, bakso, ikan asin, dan ikan basah. Formalin disalahgunakan sebagai pengawet karena harganya yang murah dan mudah didapat. Fungsi formalin sebagai antimikroba secara luas digunakan karena formalin dapat merusak bakteri karena bakteri adalah protein. Pada reaksi formalin dengan protein maka formalin akan menyerang gugus amina pda protein.Formalin berbahaya karena tidak dapat hilang dengan pemanasan. Formalin juga dipakai untuk reaksi kimia yang bisa membentuk ikatan polimer yang dapat menimbulkan warna produk menjadi lebih cerah. Oleh karena itu, formalin juga banyak dipakai dalam produk rumah tangga seperti piring, gelas atau mangkuk yang terbuat dari plastik maupun melanin. Bila piring atau gelas tersebut terkena makanan atau minuman panas maka bahan formalin yang terdapat dalam wadah tersebut akan larut. Dari penelitian hasil air rebusan yang kemudian dibawa ke Laboratorium Kimia Universitas Indonesia hasil kandungan formalin pada air rebusan antara 4,76 hingga 9,22 miligram per liter. Sebenarnya jika barang-barang tersebut digunakan dalam keadaan dingin tidak berbahaya karena formalin tidak akan larut.

  1. Boraks
Boraks atau Natrium tetra borat sering pula digunakan sebagai pengawet dan mengenyalkan makanan. Makanan yang sering ditambahkan boraks antara lain bakso, lontong, mi dan kerupuk. Di masyarakat dikenal dengan sebutan garam bleng, bleng, atau pijer dan sering digunakan untuk mengawetkan nasi untuk dibuat makanan yang sering disebut gendar. Boraks sebenarnya digunakan untuk pembersih, fungisida, herbisida dan insektisida yang bersifat toksik atau meracun bagi manusia.dengan gejala
mual, muntah, pusing, suhu tubuh menurun hingga shock. Dalam kondisi kontak dalam jangka akan mengakibatkan tanda-tanda merah pada kulit dan gagal ginjal. Juga dapat mengakibatkan iritasi pada kulit, mata atau saluran respirasi , mengganggu kesuburan dan janin. Boraks berfungsi menggantikan STF (Sodium Tripoli Fosfat) sebagai pengenyal karena harganya yang murah. Ciri-ciri bakso yang mengandung boraks sebagai pengenyal dan pengawet adalah lebih kenyal dibandingkan dengan bakso yang menggunakan STF.

  1. Kloramfenikol
Kloramfenikol sebenarnya merupakan suatu antibiotika, seringkali disalahgunakan sebagai pengawet susu. Untuk mematikan mikroba pengurai dalam susu. Kloramfenikol merupakan antibiotik yang tidak boleh sembarangan dikonsumsi

  1. Dietilpilokarbonat (DEPC)
DEPC digunakan oleh produsen makanan dan minuman untuk pengawet. DEPC berfungsi sebagai antimikroba untuk jamur, ragi dan bakteri pada minuman ringan, sari buah dan minuman hasil fermentasi. DEPC berbahaya karena dapat mengakibatkan iritasi mata dan hidung serta pusing-pusing dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kanker.

  1. Potassium Klorat
Disalahgunakan untuk pengawet oleh pedagang. Dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti iritasi saluran pernafasan, gangguan fungsi ginjal, hemolisis sel darah merah dan methemoglobinemia.

  1. Potassium Bromat
Potassium bromat berbahaya sebagai pengawet.karena dalam dosis berlebih dalam tubuh dapat mengakibatkan muntah-muntah, diare dan methemoglobinemia.

  1. Rhodamin B
Pewarna ini adalah pewarna untuk kertas dan tekstil. Penggunaan rhodamin B pada makanan dalam waktu yang lama akan mengakibatkan gangguan fungsi hati maupun kanker. Bila rhodamin b tersebut masuk melalui makanan dalam dosis tinggi akan mengakibatkan iritasi pada saluran pencernaan dan mengakibatkan gejala keracunan dengan air kencing berwarna merah muda. Jika menghirup rhodamin B akan mengakibatkan gangguan saluran pernafasan.

  1. Metanil Yellow
Pewarna ini umumnya digunakan sebagai pewarna tekstil dan cat. Senyawa ini dapat menimbulkan tumor dalam berbagai jaringan hati, kandungan kemih, saluran pencernaan atau jaringan kulit.

  1. Mono Sodium Glutamat (MSG)
MSG digunakan sebagai penyedap secara berlebihan. Batas aman konsumsi MSG adalah 30 mg/kg BB per hari. Pemakaian yang berlebihan akan menyebabkan peningkatan kadar glutamat dalam sirkulasi darah yang dapat berakibat fatal yaitu gangguan pada fungsi hati. Bahkan dalam penelitian yang dilakukan oleh heathfield tahun 1990 menyebutkan dapat menyebabkan mual, pusing, kesemutan, berkeringat dingin maupun muntah seperti gejala alergi atau keracunan.
Konsumsi MSG yang berlebihan pada sejumlah orang dapat mengakibatkan yang dalam istilah ”Chinese Restaurant Syndrome (CRS)” atau ”sindrom restaurant china”
Gejala alergi ini disebabkan karena konsumsi MSG dalam sup secara berlebib, gejala alergi ini meliputi kesemutan pada punggung, leher, rahang bawah, serta leher bagian bawah terasa panas, wajah berkeringat, sesak dada dan kepala pusing setelah 20-30 menit seseorang mengkonsumsi MSG. DI beberapa negara maju menetapkan konsumsi MSG yang masih bisa ditoleransi sebesar 0,3 – 1 gram per hari.

  1. Dulsin
Dulsin dikenal dengan nama sukrol dalam perdagangan. Dulsin dalam bahan pangan digunakan sebagai pengganti sukrosa bagi orang yang perlu berdiet. Konsumsi dulsin yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang membahayakan bagi kesehatanseiring dengan penelitian pada anjing bahwa dosis letal dulsin adalah 1 gram per 2 kg berat badan.

  1. Asam Salisilat
Asam salisilat sering digunakan sebagai penguat aroma rasa dan juga seringkali ditemukan pada buah atau sayur. Zat ini sebenarnya merupakan antiseptik yang berfungsi memperpanjang masa keawetan. Seringkali petani menyemprotkan asam salisilat ke tanaman buah dan sayur sebagai jalan untuk mengusir hama tanaman. Asam salisilat yang disiramkan ke dalam buah atau sayuran akan meresap ke dalam jaringan buah atau sayuran sehingga tidak akan larut apabila kita cuci sampai bersih, artinya kita juga telah ikut mengkonsumsi asam salisilat. Asam salisilat bersifat sangat iritatif sehingga dapat menimbulkan gangguan pada lambung, jika dalam dosis besar dapat menimbulkan pendarahan pada lambung.

  1. Nitrofurazon
Nitrofurazon digunakan dalam pakan ternak, dalam makannan disalahgunakan sebagai senyawa antimikroba.
Dalam penelitian terhadap tikus, maka letal dosis adalah 0,59/kg BB. Dan dapat menyebabkan gangguan pada kandung kemih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar