Rabu, 03 Februari 2010

Kontrasepsi

KONTRASEPSI

A. Tahapan siklus kehidupan reproduksi

Masa remaja : hormon estrogen pada perempuan menyebabkan payudara menonjol sedangkan hormone androgen pada laki-laki menyebabkan kumis tumbuh. Ini merupakan ciri-ciri seks sekunder yang berbeda antara perempuan dan laki-laki.

Masa usia subur (15-49 tahun) ; fungsi alat reproduksi perempuan seperti rahim untuk mengandung hasil pembuahan (janin). Vagina untuk jalan lahir bayi, dan payudara untuk menyusui (mengeluarkan Air Susu Ibu) yang tidak dimiliki oleh laki-laki.

Masa menopause  : mendekati akhir masa usia subur (40-49 tahun), risiko rahim, juga hanya ditemui pada perempuan. Sedangkan keganasan pada kelenjar prostrate hanya terdapat pada laki-laki.


B. Metode Kontrasepsi Rasional

Tersedia berbagai jenis alat dan metoda kontrasepsi yang dapat digunakan oleh Pasangan Usia Subur dalam upaya pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. Setiap alat atau metoda kontrasepsi memiliki cara kerja yang spesifik, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu bagi calon pemakainya guna menilai kesesuainnya. Selain itu untuk memilih jenis kontrasepsi perlu dipertimbangkan mengenai tujuan pemakaian alat kontrasepsi tersebut.

Terdapat perbedaan tujuan pemakaian alat kontrasepsi menurut tingkat usia dari PUS yang memakainya. Pada usia dibawah 20 tahun dimaksudkan untuk menunda kehamilan pertama, antara usia 20 sampai 35 tahun untuk menjarangkan kehamilan, sedangkan diatas 35 tahun untuk menghentikan kesuburan.

Daftar alat/metoda kontrasepsi yang dianjurkan untuk masing-masing tahap:
  1. Menununda kehamilan:
1.      Kondom
2.      Pil KB
3.      AKDR
  1. Menjarangkan kehamilan:
1.      AKDR
2.      Pil KB
3.      Suntik KB
4.      Implan
5.      Kondom
  1. Menghentikan kehamilan:
·         AKDR
·         Kontap
·         Implan
·         Suntik KB
·         Pil KB
·         Kondom

C. Peran Serta Pria Dalam Program KB
Keikutsertaan dalam program keluarga berencana merupakan tanggung jawab pasangan suami istri, dan bukannya hanya beban dari si istri saja. Peran serta kaum pria dalam mensukseskan program nasional keluarga berencana tidak boleh berhenti hanya sampai tahap memberikan ijin kepada istrinya, dan mengantar istrinya pada waktu pelayanan KB saja. Kaum pria harus juga secara aktif memanfaatkan pelayanan kontrasepsi khusus bagi pria.
Memang ketersediaan sarana pelayanan kontrasepsi bagi kaum pria sangat terbatas bila dibandingkan jenis-jenis kontrasepsi bagi perempuan. Kontrasepsi kondom yang sudah tersedia sejak jaman dahulu kala masih banyak dipengaruhi oleh stigma di kalnagn masyarakat yang dikaitkan dengan hubungan seksual di luar pernikahan. Sedangakan kontrasepsi mantap bagi pria sering disalahartikan dengan pengertian pengebirian sehingga kurang diminati oleh kaum pria maupun pasangannya.

D. MACAM-MACAM KONTRASEPSI
1. IMPLANT
Pengertian
Implant adalah  1atau 6 kapsul (seperti korek api) yang dimaksukkan ke bawah kulit lengan atas secara perlahan melepaskan hormon progesteron selama 3 atau 5 tahun.
Cara kerja
·         Menghambat terjadinya ovulasi
·         Menyebabkan endometrium/selaput lender tidak siap untuk nidasi/menerima pembuahan.
·         Mempertebal lendir serviks/rahim
·         Menipiskan lapisan endometrium/selaput lendir.
Keuntungan
·         Tidak menekan produksi ASi
·         Praktis, efektif
·         Tidak harus mengingat-ingat.
·         Masa pakai jangka panjang
·         Kesuburan cepat kembali setelah pengangkatan
·         Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon estrogen.
Kerugian
·         Susuk KB/implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih.
·         Dapat menyebabkan pola haid berubah.
·         Pemakai tidak dapat menghentikan pemakaiannya sendiri.
Cara pemasangan
·         Saat pemasangan yang tepat adalah pada saat haid atau 1-2 bulan hari setelah menstruasi.

Yang tidak boleh menggunakan/kontra indikasi
·         Hamil dan diduga hamil
·         Perdarahan pada vagina yang tidak diketahui sebabnya.
·         Penyakit jantung, varises, kencing manis, darah tinggi,dan kanker.
Efek/akibat samping
·         Gangguan siklus haid
·         Keluar bercak-bercak darah atau pendarahan yang lebih banyak selama menstruasi
·         Pusing, mual (jarang terjadi)
·         Perubahan berat badan.
Tempat pelayanan
·         Rumah sakit, klinik, puskesmas.
·         Dokter, bidan swasta.

2. IUD
Pengertian
IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasuakn ke dalam rahim yang bentuknya bermacam-macam, terbuat dari plastik, plastik yang dililit tembaga atau tembaga bercampur perak yang dapat berisi hormon. Waktu penggunaannya bisa mencapai 10 tahun.

Cara Kerja
ü  Mencegah masuknya spermatozoa / sel mani ke saluran tuba.
ü  Lilitan logam menyebabakan reaksi anti fertilitas.

Keuntungan
·         Praktis dan ekonomis.
·         Efektivitas tinggi ( angka kegagalan kecil )
·         Kesuburan segera kembali jika di buka.
·         Tidak harus mengingat seperti kontrasepsi pil.
·         Tidak mengganggu pemberian ASI.


Kerugian
·         Dapat keluar sendiri jika ukuran IUD tidak cocok dengan ukuran rahim pemakai.

Cara Penggunaan
v  IUD dapat langsung dipasang pada saat haid pemakai menjelang berakhir.

Yang Tidak Boleh Menggunakan  / Kontra indikasi :
Ø  Kehamilan
Ø  Gangguan pendarahan
Ø  Peradangan alat kelamin
Ø  Kecurigaan kanker pada alat kelamin
Ø  Tumor jinak rahim
Ø  Radang panggul

Efek / Akibat samping :
o   Terjadi pendarahan yang lebih banyak dan lebih lama pada masa mentruasi.
o   Keluar bercak-bercak darah (spoting) setelah 1 atau 2 hari pemasangan.
o   Keram / nyeri selam mentruasi.
o   Keputihan

Tempat Pelayanan
v  Rumah sakit
v  Klinik KB
v  Puskesmas
v  Tim Keluarga Berencana Keliling (TKBK)
v  Dokter, bidan swasta.

3. TUBEKTOMI
Pengertian
Tubektomi adalah kontrasepsi permanen perempuan untuk mereka yang tidak menginginkan anak lagi. Dalam pelaksanaannya nanti, pemakai harus menandatangani surat persetujuan yang juga harus ditanda tangani oleh suami.

Cara kerja
v  Menghambat perjalanan sel telur perempuan sehingga tidak dapat dibuahi oleh sperma.

Keuntungan
·         Efektifitas langsung setelah sterilisasi.
·         Permanen.
·         Tidak ada efek samping jangka panjang.
·         Tidak mengganggu hubungan seksual.

Kerugian
·         Resiko dan efek samping bedah tetap ada.

Yang Tidak Boleh Menggunakan / Kontra Indikasi :
1.      penyakit jantung
2.      Penyakit paru-paru
3.      Hernia diagfragmatika / turunnya rongga dada.
4.      Hernia umbilikal / turunnya tali pusar.
5.      Peritonitis akut / radang akut selaput perut.
6.      Berat badan lebih dari 70 kg

Tempat pelayanan :
·         Rumah sakit


4. VASEKTOMI

Pengertian
Vasektomi adalah kontrasepsi permanen laki-laki untuk mereka yang tidak menginginkan anak lagi.Dalam pelaksanaanya nanti, pemakai harus menandatangani surat persetujuan yang juga harus di tanda tangani oleh isterinya.

Cara kerja
·   Menghalangi trandport spermatozoa/jalannya sel mani pria sehingga tidak dapat membuahi sel telur.

Keuntungan
o Tidak ada mortalitas atau kematian
o Morbiditas/komplikasi penyakit lain kecil  sekali.
o Pasien tidak perlu di rawat di rumah sakit
o Tidak menggangu hubungan seksual
o Tidak ada resiko kesehatan
o Tidak harus di ingat-ingat, tidak harus srlalu ada persediaan
o Sifatnya permanen

Kerugian
Ø      Harus dengan tindakan pembedahan
Ø      Harus memakai kontrasepsi lain (kondom) selama beberapa hari atau minggu sampai sel mani menjadi negatif
Ø      Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai anak lagi

Kontra indikasi
§ Peradangan kulit atau jamur di daerah kemaluan
§ Peradangan pada alat kelamin pria
§ Penyakit kencing manis
§ Kelainan mekanisme pembekuan darah

Efek samping
*                        Timbul rasa nyeri
*                        Abses pada bekas luka
*                        Hematomia/membengkaknya kantung biji zakar karena perdarahan


Tempat pelayanan
·   Rumah sakit
·   Puskesmas, klinik KB yang mempunyai tenaga terlatih untuk melakukan vasektomi
·   Dokter, specialis bedah

5. KONDOM

Pengertian
Komdom adalah sarung karet tipis penutup penis yang menampung cairan sperma pada saat pria berejakulasi.

Cara Kerja
ü  Mencegah pertemuan spermatozoa / sel mani dengan ovum / sel telur pada waktu bersenggama.
ü  Penghalang kontak langsung dengan cairan terinfeksi.

Keuntungan
·         Murah, mudah didapat, tidak perlu resep dokter.
·         Mudah dipakai sendiri.
·         Dapat mencegah penularan penyakit kelamin.

Kerugian
v      Selalu harus memakai kondom yang baru.
v      Selalu harus ada persediaan .
v      Kadang – kadang ada yang tidak tahan (alergi) terhadap karetnya.
v      Tingkat kegagalannya cukuptinggi, bila terlambat memakainya.
v      Sobek bila memasukkannya tergesa-gesa.
v      Menggangu kenyamanan bersenggama.

Cara penggunaan
o   Dengan cara menyarungkannya pada alat kelamin laki-laki yang sudah tegang (keras) dari ujung zakar (penis) sampai kepangkalnya pada saat akan bersenggama. Sesudah selesai senggama, agar segera dikeluarkan dari liang senggama, sebelum zakar menjadi lemas.

Efek samping
§ Alergi terhadap karet.

Tempat mendapatkan
v  Rumah Sakit
v  Klinik KB, Puskesmas
v  Tim Keluarga Berencana Keliling (TKBK), Pos Alat Keluarga Berencana Desa (PAKBD), Pembantu Petugas Keluarga Berencana Desa (PKKBD).
v  Apotik
v  Dokter, Bidan Swasta

Kunjungan ulang
Ø  Jika persediaan habis,Pemakai dapat kembali ke klinik.


6. SUNTIKAN KB

Pengertian
Suntikan KB adalah hormone progesterone yang di suntikan ke bokong atau otot panggul lengan atas setiap 3 bulan atau hormone esterogen yang disuntikan setiap 1 bulan sekali.

Cara Kerja
Ø  Mencegah lepasnya sel telur dari indung telur perempuan.
Ø  Mengentalkan lender mulut rahim, sehingga spermatozoa (sel mani) tidak masuk ke dalam rahim.
Ø  Menipiskan endometrium / selaput lendir sehingga tidak siap untuk kehamilan.

Keuntungan
o Praktis, efektif dan aman.
o Tidak mempengaruhi ASI, cocok digunakan untuk ibu menyusui.
o Tidak terbatas umur.

Kerugian
v      Kembalinya kesuburan agak telat.
v      Harus kembali ke tempat  pelayanan.
v      Tidak dianjurkan bagi penderita kanker, darah tinggi, jantung dan lever/hati.

Cara penggunaan
*                        Depo provera disuntikkan ke dalam otot setiap 3 bulan sekali. Dengan kelonggaran batas waktu suntik, bisa diberikan kurang 1 minggu atau lebih 1 minggu dari ptokan 3 bulan.
*                        Cyclofem disuntikkan setiap 4 minggu ke dalam otot.

Kontra indikasi
ü      Hamil
ü      Perdarahan di vagina yang tidak tahu sebabnya.
ü      Tumor.
ü      Penyakit jantung, lever, darah tinggi, kencing manis.
ü      Sedang menyusui bayi kurang dari 6 minggu.

Efek Samping
o Pusing, mual (jarang terjadi)
o Kadang-kadang menstruasi keluar selama 3 bulan pertama
o Kadang-kadang terjadi pendarahan yang lebih banyak pada saat menstruasi.
o Keputihan.
o Perubahan berat badan.

Tempat Mendapatkan
§ Rumah sakit, klinik, puskesmas
§ Dokter, Bidan Swasta


7. PIL KB

Pengertian
Hormon yang mengandung estrogen dan progesterone atau progesterone saja yang diminum setiap hari selama 21 atau 28 hari.

Cara kerja
·   Menekan ovulasi yang akan mencegah lepasnya sel telur perempuan dari indung telur
·   Mengendalikan lendir mulut rahim sehingga sel mani/sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim
·   Menipiskan lapisan endometrium/selaput lendir di vagina.

Keuntungan
v      Kesuburan segera kembali.
v      Mengurangi rasa kejang/nyeri perut waktu haid.
v      Terlindung dari penyakit radang panggul dan kehamilan di luar rahim.
v      Mudah menggunakannya.
v      Mencegah anemia defesiansi zat besi/kekurangan darah.
v      Mengurangi resiko kanker ovarium/kandungan.
v      Cocok di gunakan untuk menunda kehamilan dari PUS muda.
v      Produksi ASI tidak berpengaruh untuk pil yang mengandung progesteron.

Kerugian
*                        Pemakai harus disiplin meminum pil tiap hari, jika tidak kemungkinan hamil tinggi.
*                        Dapat mempengaruhi produksi ASI untuk pil yang mengandung estrogen.
*                        Dapat meningkatkan resiko infeksi klamida/jamur di sekitar kemaluan perempuan.
*                        Tidak di anjurkan pada perempuan yang berumur di atas 35 tahun dan perokok karena akan mempengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh.

Cara Penggunan
o Pil pertama di minum pada hari kelima haid, seterusnya berturut-turut setiap hari satu pil. Jika pemakai lupa meminumnya 1 hari maka segera minum 2 tablet keesokan harinya. Jika lupa lebih dari 2 hari pemakai harus meminumnya lagi setelahhaid berikutnya, kecuali jika pemakai yakin sedang tidak hamil.

Kontra indikasi
ü      Tidak dianjurkan bagi mereka yang mempunyai penyakit, seperti lever, tumor, jantung, varises.
ü      Menyusui, kecuali pil mini.
ü      Pernah sakit jantung.
ü      Tumor
ü      Pendarahan di vagina yang tidak di ketahui penyebabnya
ü      Migrant/sakit kepala sebelah.


Efek samping
§ Perdarahan, terjadi bercak-bercak darah (spotting) di antara masa haid pada awal pemakaian pil.
§ Pusing, mual pada minggu-minggu pertama pemakaian.
§ Air susu berkurang untuk yang menggunakan pil yang mengandung estrogen.
§ Perubahan berat badan
§ Kloasma/flek.

Tempat mendapatkan
o Pos Alat Keluarga Berencana Desa (PAKBD), Pembantu Petugas Keluarga Berencana Desa (PPKBD), Tim Keluarga Berencana Keliling (TKBK).
o Rumah sakit, klinik KB
o Apotik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar