Selasa, 09 November 2010

Perkawinan Beda Agama, antara Kitab Agama dan Kitab Undang - Undang

Bagi yang Muslim,
"Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang... diberi kitab sebelum kamu... tidak dengan maksud berzina atau menjadikan perempuan piaraan."
(Terj. QS 5:5)

Bagi yang Kristiani,
"Dan kalau seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu."
(Alkitab 1Kor 7:13 TB)

Dari itu, tersirat (atau tersurat) bahwa agama samawi non Yahudi memperbolehkan nikah campur.

Edannya, UU No. 1 Thn 1974 Tentang Perkawinan pasal 2 ayat (1) menentang dua diatas,
"(1)Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu."
Ironisnya, ayat dalam UU ini secara implisit kontradiktif dengan UUD 1945 Amandemen Bab X (HAM) Pasal 28-B ayat (1).

Jadi, mengapa cintaku digugat karena perbedaan keyakinan sementara ayat-ayat yang diyakini suci "kalah" oleh UU produk manusia?
Mengenaskan sekali...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar