Rabu, 26 Agustus 2009

Menunggu? Apa yang ditunggu?


Menunggu adalah hal yang membosankan, kami pikir secara umum akan mengiyakan hal ini, kecuali mereka yang sudah bisa menikmati kekinian dari menunggu itu sendiri.
Dalam sekala lebih luas, Bangsa ini tak kunjung berhenti dari kesibukan berkeluh kesah saja tanpa ada hasil perubahan yang berarti. Karena keluh kesah hanya untuk mencari simpatik dari orang lain. Secara lebih luas juga, menunggu adalah sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam yang menuntut siapa dan apa pun yang ada di alam ini untuk kerja... kerja... kerja... !!!
Perubahan seperti apakah yang diinginkan rakyat ini? Apakah jalan menuju perubahan seperti itu sudah dimulai dari diri sendiri?

Mungkin beberapa perubahan memang sudah terjadi, tapi apakah hasilnya sudah sesuai dengan yang diharapkan?

Sebuah contoh nyata tentang reformasi di Negara ini. Ya, memang menghasilkan perubahan, tapi apa yang terjadi saat ini? Semakin baik atau semakin runyam?
Jika kita telusuri lebih jauh, maksud perubahan yang baik, jika dengan cara2 keliru, maka hasilnya pun tidak akan sesuai dengan harapan. Seperti halnya reformasi di Negara ini yang diusung dari momentum yang dibentuk karena kemarahan, kebencian, ketakutan dsb yang bisa dikatakan berdasar pada energi negatif. Maka hasil perubahan yang terjadi pun adalah tak jauh2 dari ke arah yang seiring sejalan dengan energi dasar awal kita melangkah.

Sebaik apa pun pemimpin yang dipilih, tak akan kuasa melawan energi negatif yang sudah terpancar secara kolektif. Coba kita renungkan dan sadari saat ini, adakah di dalam diri kita rasa kemarahan, kebencian, ketakutan dsb yang mengarah ke negatif tentang pemerintah selama ini dan saat ini?

Perbaikan yang positif hanya akan muncul dari dasar yang positif juga, yang kemudian dilakukan dengan cara2 yang positif. Jika salah satunya bertolak belakang, maka hasil akhirnya sudah jelas berantakan. Perbaikan yang positif dimulai dari diri kita masing2 dengan merubah cara pandang dan mensyukuri apa yang ada. Salah satu caranya adalah mensyukuri kekacauan yang ada saat ini, mensyukuri kemarahan, kebencian, ketakutan dst yang berarti kita masih hidup dan masih bisa merasakan. Ketika kita MENYADARI perasaan itu maka selanjutnya perlu kita olah menuju sesuatu yang positif, yaitu semangat untuk berubah. Dengan menyadari apa yang kita terima dari luar itu menimbulkan sesuatu yang negatif dalam diri kita, maka mulailah dari diri sendiri untuk tidak menebarkan sesuatu yang bisa berakibat perasaan negatif pada orang lain.

Ketika kita masing2 dimana pun berada sudah bisa mulai memimpin diri kita, memimpin pikiran kita ke arah positif, maka perubahan ke arah positif di Nusantara ini tinggal hitungan waktu, jika sudah matang maka buahnya akan bisa dinikmati. Ini bukanlah menunggu, tapi kita melakukan sesuatu, kerja... kerja... kerja... !!!

Kami dari team PG sangat berharap lebih banyak orang untuk bergabung dalam temu langsung, diskusi langsung yang kemudian kita tularkan bersama2 semangat kebangsaan yang penuh rasa positif tidak mempermasalahkan sekat2 SARA dsb.

Sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil, begitu juga bangsa ini bisa berubah jika dimulai dari diri kita masing2, keluarga kita dst. Tidak perlu berpikir untuk merubah orang lain, itu tak akan ada hasil nyata sebelum kita sendiri mau merubah diri kita sendiri.

Diri kita sendiri adalah Jagat Alit (cilik/kecil/microcosmos) dan Semesta adalah Jagat Agung (Besar/macrocosmos), terjadinya perubahan di diri kita sendiri sudah pasti akan membawa perubahan kepada dunia yang lebih besar. Coba renungkan jika teman2 yang membaca tulisan ini mau merubah dan berbenah diri kemudian melakukannya, setidaknya perbaikan sudah terjadi di Nusantara dari sekian orang ini. Mari jadikan diri kita masing2 menjadi PEMANCAR ENERGI CINTAKASIH TANPA PAMRIH untuk memicu ENERGI KOLEKTIF yang membawa pada kepositifan.

Tanpa Pamrih adalah ketulusan melakukan segala sesuatu hanya untuk KERJA... KERJA... KERJA... !!! kita tak perlu memikirkan untuk menikmati hasil, fokus pada KERJA dan KARYA yang sedang kita lakukan...

Nusantara melahirkan anak2 Bangsa ini untuk melakukan sesuatu yang mengharumkan nama Nusantara, saat ini bukan lagi menunggu ramalan, bukan menunggu sesuatu yang tidak diketahui... tapi saatnya kita KERJA... KERJA... KERJA... !!! Semua untuk NUSANTARA bukan untuk pribadi atau pun kelompok.
Semua dengan dasar CINTAKASIH TANPA PAMRIH...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar