Rabu, 19 Agustus 2009

NYATA MAYA TANYA YAMA


Sebelum adanya dunia baru yang memanfaatkan jaringan internet, leluhur kita sudah memberikan istilah pada kehidupan di dunia ini sejak jauh sebelumnya dengan sebutan "MAYAPADA". Ada begitu banyak penjelasan tentang MAYAPADA, diantaranya adalah berujung pada penjelasan bahwa apa pun yang sedang terjadi dalam kehidupan ini adalah "BAYANGAN" dari dimensi yang lebih tinggi, atau "PERMAINAN" dari "SESUATU" yang berada pada kesadaran dan kecerdasan lebih tinggi dari pada kesadaran dan kecerdasan rata-rata makhluk-makhluk yang ada pada dimensi kita di bumi ini.

Pada awalnya, apa yang disebut NYATA secara umum adalah apa yang menurutnya dapat ditangkap oleh salah satu atau semua panca inderanya secara langsung. Sedangkan apa yang disebut MAYA secara umum adalah apa yang menurutnya tidak bisa ditangkap oleh satu pun bagian dari panca inderanya, bahkan, sekalipun ada satu saja dari panca inderanya yang menangkap namun indera pengelihatannya tidak menangkap juga dapat dikatakan sebagai MAYA . Namun seiring berkembangnya zaman, dengan munculnya internet, pandangan secara umum pun mulai berubah atau lebih tepatnya semakin diacak-acak. Karena batasan-batasan yang awalnya secara umum disebut NYATA dan MAYA semakin rancu, semakin berbaur, semakin tidak jelas dimana batasnya.

Tidak sedikit orang yang akhirnya berTANYA-TANYA, dimanakah batasan-batasan itu sekarang?
Atau berTANYA, akan kemanakah kehidupan ini bergerak memasuki ketidakjelasan ini?

Bagi siapa pun yang masih terus disibukkan dengan menganalisa berbagai bentuk batasan-batasan, bagi siapa pun yang masih terus berjalan dalam pencarian jawaban-jawaban dari luar diri Anda, sangat mungkin itu semua hanya akan membuang waktu Anda sampai waktunya ketika Anda "bertemu" dengan sesuatu yang disebut dalam suatu keyakinan sebagai Bhatara YAMA dengan rasa ketakutan. Ketakutan karena Anda merasa belum menemukan apa pun dalam perjalanan Anda di periode kehidupan saat ini.

Namun, bukankah perjalanan kehidupan ini adalah tentang memahami sesuatu? Dan jawabannya adalah YA. Akan tetapi, memahami itu tidak serta merta bermakna mencari terlebih dahulu sebelum kita bisa memahami. Dalam kultur Nusantara, khususnya di Jawa, ada istilah "NRIMO". Ya, menerima apa pun dengan sepenuhnya tanpa membatasi sesuatu yang tak memiliki batas. Menerima disini juga bukan berarti menerima dengan ketidakberdayaan Anda, atau bukan juga menerima karena Anda sudah tidak berdaya lagi untuk melakukan sesuatu. Menerima disini adalah dengan sepenuh daya Anda, menerima untuk melipatgandakan daya Anda dalam mengarungi kehidupan ini.

Sekali pun Anda harus jatuh terlebih dahulu, ingatlah, bahwa pilihan terbaik adalah menerima dan menyadari keadaan bahwa Anda terjatuh, lalu pilihan berikutnya yang terbaik adalah Anda harus bangkit. Sangat kecil manfaatnya ketika Anda hanya memilih untuk meratapinya,mengeluhkannya. Mengabaikan atau tidak menerima bahwa Anda sedang terjatuh juga tidak akan membawa Anda pada kebangkitan yang maksimal. Dengan mengabaikannya, Anda hanya akan membuka peluang lebih besar untuk jatuh lagi dan lagi pada kasus yang sama.

Setidaknya, dari begitu banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari munculnya internet hingga jejaring sosial seperti facebook ini, kita diajak untuk menyadari seutuhnya bahwa memang ada batasan antara NYATA dan MAYA namun sekaligus juga menyadari seutuhnya bahwa kedua sisi tersebut adalah dalam satu kesatuan yang utuh. Seperti halnya dalam ajaran agama-agama dikatakan bahwa kita sebagai manusia yang merupakan makhluk ciptaan yang paling sempurna, namun di sisi lain, ada slogan mengatakan "No body perfect"... ??? Bukankah ini dua ungkapan yang jelas-jelas bertolak belakang? Tapi keduanya juga memiliki kebenaran masing-masing. Benar bahwa manusia memang adalah makhluk yang sempurna, dengan catatan, ketika si manusia itu sendiri sudah menyadari segala potensi yang ada dalam dirinya. Dan benar, bahwa tak ada manusia yang sempurna, ketika si manusia itu sendiri belum mengetahui apa saja potensi yang dimiliki dirinya.

Manual book untuk tubuh manusia sebenarnya sudah sejak ribuan tahun yang lalu telah ada, namun, baru dalam rentang waktu 20-30 tahun belakangan inilah mendapatkan perhatian dari dunia, dimana sebelumnya sangat dipandang sebelah mata, dianggap mitos, kuno, tak masuk akal dsb. Namun sekarang, semua semakin masuk akal, bahkan mendobrak batasan-batasan akal kita menjadi lebih luas, semakin tinggi dan semakin mendalam.

Dengan segala pengetahuan yang ada saat ini, setidaknya telah semakin mengarahkan kita pada pemahaman yang telah ada sejak zaman yang telah jauh berlalu, bahwa kita, manusia bukanlah makhluk yang memiliki Atma/Roh, tapi kita adalah Atma/Roh yang sedang menggunakan "baju" sementara dalam satu periode waktu dan baju itu kita sebut sebagai tubuh manusia. Pemahaman ini sangatlah penting, untuk kemudian kita menyadari seutuhnya. Agar kita dapat menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan kita dengan mengakses pengetahuan-pengetahuan yang lebih dalam dari dalam diri kita sendiri, dari gudang pengetahuan itu sendiri, yaitu Atma/Roh yang selalu terhubung dengan Paramatma/Roh Semesta.

Semoga dengan semakin memahami dan menyadarinya, kita semua tidak lagi penuh TANYA dan tak tau harus bertanya kemana, padahal kita membawa kunci gudang pengetahuan itu kemana-mana sepanjang setiap periode kehidupan kita. Dan kita pun tidak lagi dalam ketakutan, tapi dapat berhadapan dengan senyuman damai ketika "bertemu" Bhatara YAMA, karena kita mengetahui sudah waktunya berganti "baju", karena yang lama sudah kurang layak pakai, "The Show Must Go On...."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar