Jumat, 11 September 2009

P.U.S.H

Alkisah, suatu malam di suatu masa, Tuhan mendatangi seorang pria yang sedang tidur digubuknya. Tuhan lalu berkata kepada pria itu.
”Saya punya satu tugas untukmu!”
Tuhan lalu menunjukkan sebuah batu besar di depan gubug pria itu dan menjelaskan tugas yang harus dilaksanakannya, yaitu “push” atau mendorong batu itu dengan sekuat tenaga.
Maka, itulah yang dikerjakan pria tersebut. Mendorong batu besar itu dengan sekuat tenaga. Tugas ini dikerjakan setiap hari. Sejak matahari terbit sampai matahari terbenam. Setiap hari, si pria kembali ke gubugnya dengan badan pegal-pegal dan kehabisan tenaga. Sesudah bertahun-tahun mendorong batu tersebut, hati si pria mulai goyah. Ia merasa hari-harinya dilewati dengan sia-sia. Di saat pria tersebut putus asa, setan pun memutuskan memasukkan pemikiran-pemikiran ke dalam pikiran pria tersebut. “ Kamu sudah mendorong batu itu untuk waktu lama dan batu itu tidak bergerak sedikit pun.”
Pemikiran ini membuat pria tersebut merasa mengerjakan tugas yang mustahil dan merasa dirinya gagal total. Hatinya menjadi kecil dan pikirannya menjadi gundah. “Buat apa menghabiskan energi untuk sesuatu yang mustahil?” pikirnya. “Lebih baik menghemat waktu, mengerahkan usaha minimal dan itu sudah lebih dari cukup.”
Lalu berencana akan melakukan tugasnya seperti itu. Tapi, mendadak ia memutuskan untuk berdo’a dulu dan mengemukakan masalahnya kepada Tuhan.
“Tuhan,” katanya,”Saya telah berusaha sebaik-baiknya dan sekuat tenaga, mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk mengerjakan tugas yang Tuhan berikan. Tapi, sampai saat ini saya bahkan tak bisa menggerakkan batu itu dan memindahkannya, walau cuma setengah milimeter. Apa yang salah, Tuhan? Mengapa saya gagal?”
Tuhan menjawab dengan penuh kasih sayang.
“ Sahabatku, ketika Saya meminta kamu melayani Saya dan kamu menerimanya, Saya bilang kepadamu, tugasmu adalah “push”, mendorong batu itu dengan sekuat tenaga. Dan itu sudah kamu lakukan. Saya sama sekali tidak mengharap kamu memindahkan batu itu. Tugasmu adalah mendorong.”
“Sekarang, kamu datang kepada Saya dengan tenaga yang terkuras habis dan berpikir, kamu telah gagal. Tapi, apakahbenar seperti itu? Cobalihat dirimu. Lenganmu jadi kuat dan berotot. Punggungmu juga berotot. Tanganmu menebal karena tekanan yang terus menerus. Kakimu menjadi besar dan keras. Kegigihan membuat kamu berkembang banyak. Sekarang, kemampuanmu melebihi kemampuan yang dulu. Tapi kamu mengeluh, belum juga bisa memindahkan batu itu. Padahal panggilanmu adalah taat dan mendorong dan melatih kepercayaaan dan keyakinan kepada kebijakan-Ku. Kamu sudah melakukannya. Sekarang sahabatku, Saya akan memindahkan batu itu.”

Moral Cerita
► Ketika mendengarkan Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menguraikan dan menafsirkan apa yang Tuhan inginkan dari kita. Padahal yang Tuhan inginkan dari kita hanya taat dan percaya kepada-Nya. Kata orang bijak, semua masalah di dalam hidup ini selalu ada jalan keluarnya. Kalau tidak, Tuhan yang akan menyelesaikannya.
► Tak ada pengorbanan yang sia-sia. Jika kita taat dan percaya, kesulitan akan menempa kita menjadi pribadi yang kuat, tangguh dan tabah.
► Jika segala sesuatu tampak tidak beres, p.u.s.h. terus,
► Jika pekerjaan atau tugas sehari-hari membuat putus asa, p.u.s.h. terus,
► Jika orang-orang tidak bereaksi seperti yang seharusnya menurut Anda, p.u.s.h. terus,
► Jika kehabisan uang dan banyak tagihan yang harus dilunasi, p.u.s.h terus,
► Jika orang tidak mengerti Anda, p.u.s.h terus,
► Kepanjangan dari P.U.S.H adalah : "Pray Until Something Happens"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar