Selasa, 01 Desember 2009

Fantastic Four (Versi Lima Menit)



KANTOR VICTOR VON DOOM – SIANG
Ilmuwan REED RICHARDS dan pilot BEN GRIMM memasuki kantor kenalan mereka, VICTOR VON DOOM untuk presentasi bisnis. 
REED RICHARDS:
Victor, dalam enam minggu, akan ada badai kosmis yang melewati orbit bumi. Badai ini bisa jadi merupakan pemicu evolusi. Kita harus menelitinya!
Ben Grimm:
Dan gue jadi pilot pesawat ulang-aliknya!
Victor Von Doom:
Apa untungnya bagi saya?
REED RICHARDs:
Kamu bisa menawarkan transaksi bisnis yang berat sebelah.
Victor Von Doom:
Hmm, masih kurang.
REED RICHARDs:
Kamu bisa pamer Jessica Alba sebagai pacarmu.
Ben Grimm:
Dan gue jadi pilot pesawat ulang-aliknya!
Victor Von Doom:
Oh, iya, baru ingat. Kenalkan, Susan Storm. Tapi kalian toh sudah kenal.
SuSAN Storm:
Panggil saja Sue. Saya sekarang Direktur Riset Genetika.
Ben Grimm:
Halo, Sue. Lama nggak ketemu. Kalau saja gue tahu tipikal perempuan di bidang ilmiah berpenampilan seperti Jessica Alba, gue nggak bakal ambil jalur karier militer.
REED RICHARDS:
Aku sih tahu, dong.
Susan Storm:
Halo, Ben, Reed. Tolong jangan perhatikan fakta bahwa saya, yang keturunan Amerika Latin, harus mengenakan wig dan lensa kontak karena tokoh Susan Storm adalah perempuan pirang bermata biru.
REED RICHARDS:
Jadi gimana, Victor?
Victor Von Doom:
Oke, sepakat. Dengan satu syarat tambahan.
REED RICHARDS:
Apa itu?
Victor Von Doom:
Saya juga ikut dalam misi ini. Jadi kalau ada apa-apa, saya akan ikut celaka. Ini keputusan logis yang biasa diambil oleh para pebisnis sukses di dunia nyata.
REED RICHARDS:
Terserah, lah.
Ben Grimm:
Dan gue jadi pilot pes—
SUSAN STORM:
Sori, ini misi penting yang menyangkut keselamatan jiwa kita semua. Jadi adik saya yang akan menjadi pilot.
Ben Grimm:
Adik elo yang menabrakkan simulator penerbangan NASA karena bawa cewek ke dalam kokpitnya?
JOHNNY STORM:
(muncul sambil sisiran)
Tepatnya DUA cewek.
Ben Grimm:
Gue menyesal bertanya.
REED, BEN, SUSAN, dan JOHNNY keluar ruangan. ASISTEN VICTOR muncul entah dari mana.
ASISTEN VICTOR:
Anda yakin dengan keputusan ini, Pak?
Victor Von Doom:
Jangan khawatir. Reed selalu benar.
Beberapa adegan kemudian...

PESAWAT ULANG-ALIK – RUANG ANGKASA
REED RICHARDS berlari ke hadapan VICTOR VON DOOM.
Reed Richards:
Vic! Hitunganku ternyata salah. Badainya datang lebih awal!
Victor Von Doom:
Sialan.
RUMAH SAKIT KARANTINA VON DOOM
REED:
Badai kosmis itu mengubah struktur DNA kita semua! Saatnya perkenalan pada penonton.
JOHNNY:
Johnny! Dengan kekuatan api akan menghukummu!
SUSAN:
Susan! Dengan kemampuan menghilang, sehingga bisa berjanji di Twitter untuk lari bugil di Circle K tanpa masalah.
REED:
Reed! Dengan kekuatan melar untuk memancing lelucon Mak Erot sepanjang film.
BEN:
Ben! Dengan kekuatan kostum busa dan latex yang beratnya berubah-ubah.
JOHNNY lantas kabur dari karantina dan membuat mereka dikenal sebagai FANTASTIC FOUR dan dielu-elukan sebagai pahlawan.
REED:
Kayak ada yang kurang. Apa, ya?
RUMAH VICTOR VON DOOM
VICTOR menonton tayangan TV tentang FANTASTIC FOUR sambil menahan geram. Tampak ada sayatan memanjang dari pelipis hingga ke pipi kanan. Dan wajahnya seakan bersifat magnet, karena sebuah sendok dan garpu menempel di pipi dan jidatnya.
VICTOR:
Victor! Dengan kekuatan dendam, akan menjadi tokoh antagonis tanpa pikir panjang.
VICTOR menggebrak meja. Lantas, karena meja itu juga terbuat dari logam, ia kesulitan melepaskan tangannya.
LABORATORIUM REED, GEDUNG BAXTER
BEN diusir istrinya. SUSAN ribut dengan JOHNNY. Dan REED kebingungan menangani Cinta Lama Bersemi Kembali dengan SUSAN.
REED:
Tenang, aku akan mencari cara untuk mengembalikan kita seperti semula.
JOHNNY:
Tapi gue gak mau kembali seperti semula.
REED:
Untuk itu, aku butuh mengadakan sejumlah tes yang tidak ada hubungannya.
Johnny, masuk ke ruang titanium ini untuk menguji panasmu.
JOHNNY:
Baiklah. Hanya karena gue penasaran apakah film ini akan tetap berusaha ilmiah atau nggak.
REED:
Wow. Kamu melebihi 4000 Kelvin. Itu hampir seperti supernova, yang tentunya kalau dijelaskan di sini akan ada gunanya nanti.
SUSAN:
Apalagi mengingat bahwa titanium seharusnya sudah meleleh pada 1941 Kelvin dan mendidih di 3560 K.
JOHNNY:
Berarti jelas jawaban untuk pertanyaan gue tadi: NGGAK. Ngomong-ngomong, Ben mana?
REED:
Oh, dia sedang menjalani tes yang lain.
KOTA NEW YORK
BEN:
(baca catatan dari REED)
Dengan tubuh seperti gunungan bata ini, berapa persen turunnya kemungkinan gue dapat calon istri baru?
ALICIA:
Hai, ganteng. Ariesta Wike Sanjaya Sassy-Kawaiiya seorang pemahat buta yang s-a-n-g-a-t suka batu.
BEN:
(remas-remas dan buang catatan REED)
Memang jodoh ada di tangan penulis skrip.
VICTOR:
Oh, Ben. Jangan bilang bahwa kamu berpikiran untuk melanjutkan adegan ini ke parodi film “Ghost”, dengan Patrick Swayze dan Demi Moore membuat tembikar bersama. Lelucon itu udah usang.
BEN:
Mau lu apa, Vic?
VICTOR:
Cuma balas dendam. Dengan cara memengaruhi kamu untuk bertikai dengan Reed.
BEN:
Kenapa rumit begitu, sih? Tinggal bantu saja Reed membereskan mesinnya. Selesai.
VICTOR:
Soalnya film ini perlu konflik antarkarakter untuk mengalihkan fakta bahwa sebagai fiksi ilmiah, terlalu banyak hal nggak logis di sini.
BEN:
Hal nggak logis seperti apa?
SEMENTARA ITU, DI SISI LAIN KOTA NEW YORK...
REED:
Susan! Aku akan masuk ke kamar mandi yang tak terkunci tanpa mengetuk, loh, kok kamu gak pake baju?
SUSAN:
...
Dalam adegan lain...
REED:
Susan! Kita perlu melewati—
SUSAN:
Hei, kenapa bagian skenario ini ada tulisan tangan, “Kalau pemerannya jadi JESSICA ALBA, suruh bugil.”
REED:
Oh, sori. Ketukar dengan yang punyaku.
(tukaran skenario)
Susan! Kita perlu melewati barikade polisi ini. Menghilanglah dan buka bajumu!
SUSAN:
...
KOTA NEW YORK
BEN:
Dia diperankan Jessica Alba. Menurut gue sih itu sangat logis.
VICTOR:
Okelah. Tapi bukankah seharusnya Reed fokus pada mencari cara menyembuhkan dirimu, bukannya asyik pacaran?
BEN:
Mendadak gue percaya sama elu. Padahal dulu benci setengah mati plus emang gue juga yang mendorong Reed untuk mengejar Susan.
VICTOR:
Gitu dong. Sekarang giliran memengaruhi Johnny.
OPERA SABUN: ADA SUSAN DI ANTARA KITA
Ben bertengkar dan berkelahi dengan Reed. Ben kabur.
OPERA SABUN: KAMU BUKAN IBUKU, KAKAK
Johnny bertengkar dengan Susan. Johnny kabur.
OPERA SABUN: THE THING JUGA MANUSIA
Ben memasuki mesin yang disiapkan Victor. Ia kembali menjadi manusia biasa.
LABORATORIUM REED, GEDUNG BAXTER
VICTOR:
HAHAHAHA! Akhirnya, jadi film superhero lagi!
VICTOR yang entah kapan sudah berganti kostum dengan topeng besi menghantam Ben dengan mudah. Tapi Victor tidak membunuhnya walaupun ada kemungkinan Ben akan jadi bahaya nantinya.
VICTOR (CONT’D):
Namanya juga film superhero!
VICTOR lanjut mengalahkan REED dengan membekukannya. Dan mengalahkan
SUSAN dengan main petak umpet. Kemudian menembakkan misil pelacak panas pada JOHNNY.
JOHNNY:
Untunglah mendadak gue bisa mahir terbang!
VICTOR:
Ini adalah saat di mana penonton seharusnya merasa gak ada harapan lagi bagi tokoh utama.
PENONTON PRIA:
Hah? Gak bakal ada adegan bugil lagi?
VICTOR:
...Ah, sudahlah. Matilah kau, Reed!
BEN menerobos dinding, sudah kembali menjadi The Thing.
BEN:
Sayangnya, peran lu memecah-belah kami hanya jadi pemicu agar dalam pertarungan terakhir, semua jadi bersatu.
BEN menghantam VICTOR hingga terlempar jauh menembus tembok.
JALANAN KOTA NEW YORK - MALAM
Adegan pertarungan beranggaran tinggi dimulai. Reed, Susan, dan Johnny bergabung.
Sayangnya, VICTOR terlalu kuat. Ia bisa menyerap tenaga listrik tak terhingga banyaknya dari kabel.
SUSAN:
Sial. Coba kalau ini di Indonesia. Aliran listrik PLN sudah putus dari tadi.
REED:
Johnny, Supernova! Susan, kurung dengan perisai pelindung yang bisa menahan ledakan matahari. Aku yakin kamu bisa walau tadi menahan serangan Victor yang kekuatannya gak sampai seperjuta itu saja sudah kepayahan.
Saat ledakan berakhir, VICTOR masih utuh, termasuk sebagian tubuhnya yang BUKAN terbuat dari logam.
VICTOR:
Aku bahkan gak sampai keringetan!
REED:
Ben! Siram air karena kalau logam panas mendadak dingin, ia akan mengeras!
VICTOR:
Hei, tunggu aku berpose dulu dooonggg—AGGH!
Tubuh VICTOR pun digantikan oleh patung agar aktingnya lebih meyakinkan.
Dunia: terselamatkan!
PESTA MAKAN SIANG
REED:
Kini adalah momen paling tepat untuk melontarkan pertanyaan yang dinanti-nanti oleh penonton.
REED berlutut di hadapan SUSAN.
REED:
Maukah kamu main di sekuelnya?
SUSAN:
Ya.
PARA PENONTON PRIA bersorak.
TAMAT.
Sutradara: Tim Story. (Rilis tahun 2005)
Penulis: Mark Frost dan Michael France
Genre: Aksi, Superhero, dan Jessica Alba.
Fakta: Ini bukanlah film Fantastic Four pertama. Pada tahun 1994, ada film berjudul sama yang diproduksi dengan biaya $ 2 juta, hanya untuk mempertahankan hak pembuatan film untuk cerita ini (yang dipegang produser Bernd Eichinger).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar