Rabu, 03 Februari 2010

Anatomi Tumbuhan


Anatomi Tumbuhan



PENDAHULUAN
Anatomi berasal dari bahasa Yunani: “anatomia” atau “anatemnein” yang berarti memotong, adalah cabang dari biologi yang mempelajari tentang struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Anatomi tumbuhan mempelajari struktur organisasi tumbuhan dari tingkat sel, jaringan, maupun organ. 
Dengan demikian anatomi tumbuhan dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu:
Sitologi.  Ilmu yang mempelajari sruktur dan fungsi sel serta organel-organel di dalamnya, proses kehidupan dalam sel, serta hubungan antara satu sel dengan sel lainnya. Sitologi dikenal pula dengan istilah Biologi Sel.
Histologi.  Ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi berbagai jaringan berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya.
Organologi.  Ilmu yang mempelajari tentang struktur dan fungsi organ berdasarkan jaringan penyusunnya.    
Di dunia kefarmasian, anatomi tumbuhan berperan penting, karena bahan obat diperoleh dengan memanfaatkan bagian-bagian tumbuhan. Tafsiran yang sesungguhnya dari fungsi bagian tumbuhan bertumpu pada pengetahuan yang baik tentang sel dan jaringan berkaitan dengan fungsi sel tersebut.

Sel dan Organel Sel


SUB POKOK BAHASAN
 

Struktur Sel Tumbuhan
Sitoplasma
Dinding Sel
Organel Sel
Benda Ergastik
Nukleus

TUJUAN PEMBELAJARAN
 

Mahasiswa mengetahui struktur sel tumbuhan secara umum
Mahasiswa mengetahui sel-sel penyusun organ tumbuhan beserta organel selnya
 



Struktur sel tumbuhan
           
Tubuh tumbuhan sama dengan tubuh hewan, yaitu tersusun oleh berbagai sel, jaringan dan organ yang saling mendukung untuk melangsungkan fungsi dan aktivitas hidup. Sel terhimpun dengan teratur menjadi jaringan, dan berbagai jaringan menyusun organ. Semua organ bersama-sama membentuk tanaman utuh. Sel merupakan satuan fungsi organik terkecil dalam tumbuhan.  Sel tumbuhan dibatasi oleh dinding sel dan di sebelah dalam dinding sel terdapat zat tempat berlangsungnya reaksi kimia yang diperlukan untuk kehidupan sel. Dengan demikian sel tersusun atas protoplasma dan dinding sel yang mengelilinginya.  Protoplas dapat dibagi menjadi sitoplasma dan nukleus. 





Sitoplasma

Adalah cairan kental yang terdapat di dalam sel. Di dalam sitoplasma tersuspensi Retikulum Endoplasma, Diktiosom, Mitokondria, Plastida, Mikrobodi, Ribosom, Sferosom, Mikrotubul, Mikrofilamen, Vakuola dan benda ergastik. 

Secara umum sitoplasma mengandung oksigen sekitar 62%, karbon 20%, hidrogen 10%, dan nitrogen 3%. Sisanya yang 5 % terdiri atas unsur: Ca, Fe, Mg, Cl, P, K, dan S.  Selain itu ditemukan juga dalam jumlah kecil yaitu: Bo, Cu, Fl, Mn, dan Si.  Unsur-unsur lain dapat ditemukan pada tanaman yang spesifik.  Bahan organik yang dapat ditemukan di sitoplasma adalah karbohidrat, lemak, dan protein.
Karbohidrat.  Karbohidrat mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen.  Karbohidrat yang terpenting adalah glukosa, sukrosa, pati, dan selulosa.  Karbohidrat berada dalam bentuk suspensi atau terlarut dalam protoplasma, dan tugas utamanya adalah menghasilkan energi. 

Lemak.   Lemak atau lipid terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen,  Lemak dibentuk oleh gliserol dan asam lemak.  Penguraian lemak secara kimiawi menghasilkan energi yang jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan yang dihasilkan karbohidrat.

Protein. Protein mengandung unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen.  Biasanya terdapat pula P dan S.  Protein dibentuk oleh asam amino.  Di dalam sel, protein dalam keadaan terlarut, atau berkombinasi dengan zat lain misal asam nukleat (nukleoprotein), karbohidrat (glikoprotein) dan lemak (lipoprotein).


Dinding Sel


 
 
















Pada tumbuhan muda terdapat selapis sel yang disebut lapisan primer. Sedangkan pada tumbuhan dewasa terdapat 2 lapis sel yang disebut lapisan sekunder. Komponen penyusun dinding sel tumbuhan : selulosa, hemiselulosa, pektin, protein structural, lignin (zat kayu) dan suberin ( zat gabus). Fungsi utama dinding sel pada tumbuhan adalah sebagai pelindung dan rangka sel.


 
 









Struktur dinding sel
Berdasarkan perkembangan dan struktur sel, dinding sel dikenal ada 3 lapis yaitu: dinding primer, lamela tengah, dan dinding sekunder.  Dinding primer adalah dinding sel yang dibentuk ketika sel sedang tumbuh.  Dinding ini terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin.  Dinding sekunder terbentuk di sebelah dalam dinding primer, setelah selesai tumbuh.  Tersusun dari selulosa dan lignin (zat kayu).  Lamela tengah adalah bagian yang melekatkan kedua sel yang berdampingan dan berada diantara dinding primer kedua sel tersebut.  Lamela tengah terdiri dari pektin.


 


Senyawa kimiawi dinding sel

Senyawa kimiawi yang penting pada dinding sel adalah selulosa, hemiselulosa, pektin, dan protein.  Selulosa adalah polisakarida yang tersusun oleh molekul glukosa dalam ikatan beta 1,4 dan membentuk rantai lurus yng panjangnya mencapai 4mm.  Rumus empirisnya (C6H10O5)n.  Molekul selulosa mengandung 8000-15000 monomer glukosa dan mencapai panjang 0,25 – 5,0 mm.  Selulosa juga bergabung dengan berbagai polisakarida lain seperti hemiselulosa dan zat pektin (senyawa poliuronida).  Air terdapat pada dinding sel dalam jumlah yang berbeda-beda, sesuai dengan jenis selnya.  Hemiselulosa berperan sebagai penghubung antara polimer non-selulosa dan selulosa.

 
 
















Organel Sel


Retikulum  Endoplasma (RE)


 
Retikulum endoplasma merupakan struktur bermembran yang dibangun oleh lipid dan protein serta membentuk sistem pipa halus yang berkaitan. RE dapat berbentuk  sisterna (wadah, tempat) yang melebar, tubul (pipa) atau lapisan yang berlubang.  RE juga berada dalam plasmodesmata yaitu benang sitoplasma yang menembus dinding sel, membatasi sel satu dengan sel lainnya.

Bagian RE yang terdapat di tengah sitopasma berbentuk tubula dinamakan Desmotubul. RE ada dua macam yaitu RE kasar / RE RE berbutir dan RE halus atau RE licin.  RE kasar adalah RE yang di bagian permukaannya ditempeli riosom, sedangkan RE halus adalah RE yang tidak ditempeli ribosom pada bagian permukaannya. 

Pada jaringan sekresi, RE licin diduga ikut berfungsi dalam mensintesis senyawa lipofil dan berfungsi dalam mengangkut bahan yang disekresikan. Sedangkan RE kasar membantu dalam mensintesis protein.
 
Plasmodesmata


 
 














Diktiosom
Pada sel tumbuhan, badan golgi seringkali bergerombol membentuk sistem yang disebut diktiosom. Diktiosom adalah tumpukan kecil vesikula pipih yang tepinya tidar merata, terbagi menjadi tubul yang saling berhubungan menyerupai jala.  Fungsi utama vesikula pada diktiosom adalah mensekresi karbohidrat, misalnya nektar bunga, bahan dinding sel, lendir, glikprotein, dan lain-lain.

Mitokondria
Merupakan organel sel yang mempunyai membran ganda. Satuan membran dalam dan luar.  Membran dalam membentuk tonjolan seperti lipatan (krista) ke arah stroma (bahan dasar pada mitokondria).  Stroma sebagian besar terdiri dari protein.  Dalam mitokondria ditemukan ribosom yang ukurannya lebih kecil daripada ribosom yang terdapat di dalam sitoplasma. Mitokondria berfungsi dalam respirasi aerob dan memasok ATP sebagai sumber energi utama bagi sel.  Selain itu mitokondria juga terlibat dalam metabolisme zat antara.



Plastida

Berdasarkan fungsinya, plastida dibedakan ke dalam beberapa bentuk, yaitu:
Amiloplas       : untuk membentuk amilum
Kloroplas       : untuk fotosintesis karena mengandung zat hijau daun atau klorofil
Etioplas          : kloroplas yang belum terkena cahaya
Elaioplas         : untuk menyimpan lemak/ minyak
Kromoplas     : untuk sintesis dan menyimpan pigmen seperti karotin (kuning), fikodanin (biru), fikosantin ( kuning), dan fikoeritrin (merah)
Leukoplas      : untuk mensintesis monoterpen
Pada sel muda tumbuhan tinggi, plastidanya berupa leukoplas atau proplastida.  Pada daun, plastidanya berupa kloroplas, sedangkan pada buah yang masak plastidanya berupa kromoplas.  Pada sel yang tidak berwarna hijau misalnya sel epidermis, plastida berupa leukplas.  Leukoplas juga terdapat pada tanaman yang tidak terkena cahaya.
Pada jaringan seperti umbi, leukoplas membentuk butir pati yang disebut amiloplas.  Pada tudung akar dan pada buku tanaman muda, leukoplas  membentuk statolit, yang sangat terpengaruh dengan adanya gaya berat.   Pada sel tanaman tertentu seperti pada epidermis daun Vanilla , leukoplas membentuk minyak ata lemak.




Kloroplas
Merupakan organel sel yang bermembran ganda yang mengandung pigmen fotosintesis. Membran bagian dalam membentuk penjuluran-penjuluran  pipih yang disebut tilakoid.    Tilakoid yang berukuran kecil bertumpuk-tumpuk membentuk struktur yang dinamakan grana. Sedangkan tilakoid yang lebih besar tidak bertumpuk-tumpuk, merupakan alat penghubung antar grana,  dinamakan tilakoid stoma. Cairan yang terdapat di dalam kloroplas disebut stroma.


Text Box:



Ribosom
Adalah organel kecil dan padat dalam sel yan berfungsi sebagai sintesis protein.  Ribosom terdiri atas 65% r RNA (Ribosom RNA) dan 35% protein ribosom yang disebut Ribonukleoprotein (RNP).  Organel ini bekerja menterjemahkan mRNA untuk membentuk rantai olipeptida.  Di dalam sel,ribosom tersuspensi di dalam sitosol atau terikat pada RE kasar atau pada membrn inti sel. 



Mikrotubuli
Terdiri dari tubul protein yang tipis, berperan dalam membentuk dan mempertahankan bentuk sel serta diferensiasi kimiawi.  Pada tumbuhan, mikrotubul menghasilkan bentuk sementara, yang kemudian dipertahankan secara permanen oleh dinding sel.  Kondisi ini terjadi pada saat sel dalam kondisi pembelahan sel.
 




Mikrobodi
Mikrobodi pada tumbuhan terdiri dari 2 kelompok yaitu:
  1. Peroksisom     : organel yang berhubungan dengan kloroplas, yang berisi enzim-enzim yang dapat mendegradasi hidrogen peroksida dan radikal bebas yang sangat reaktif. Organel ini juga merupakan tempat fotorespirasi asam glikolat.
  2. Glioksisom      : organel yang terlibat dalam penggunaan asetil CoA pada waktu pemecahan cadangan lipid, terutama pada waktu perkecambahan biji yang mengandung minyak.

 
 

                                        
                                               


Vakuola
                                        
Peroksisom


Vakuola

Pada tumbuhan dewasa, vakuola merupakan organel terbesar, karena menempati lebih dari 90% volume protoplas. 
Pada sel yang masih muda/meristematis, vakuola kecil dan banyak. Pada sel meristem, terdapat banyak vakuola kecil yang bersama-sama disebut vakuom. Pada cairan vakuola terlarut berbagai zat seperti gula, garam, protein, alkaloid, zat penyamak, dan zat warna. 

Vakuola berfungsi sebagai tempat penyimpanan senyawa dan makromolekul sementara, beberapa komponen bersifat toksik. Tumbuhan tidak punya sistem ekskretoris seperti pada hewan vakuola untuk menyimpan biproduk. Membran yang mengelilingi vakuola disebut tonoplas  mengandung sistem transport aktif.  Air masuk dengan cara osmosis.  Vakuola merupakan tempat penghancuran senyawa tertentu  oleh enzim hidrolase. Vakuola juga berfungsi untuk mempertahankan turgor, membuka dan menutupnya stoma, pertumbuhan sel. 


Benda Ergastik
Merupakan senyawa hasil metabolisme yang disimpan di dalam sel. Senyawa ini meliputi:
·       Pati                           : Butir pati terbentuk di dalam kloroplas, selanjutnya dapat terurai dan diangkut dala bentuk gula ke jaringan penyimpan cadangan makanan untuk diubah menjadi amiloplas.
·       Protein                      :  Sering ditemukan pada vakuola biji.  Ketika biji mengering, protein mengendap di bagian tepi vakuola.  Inilah yang sering disebut aleuron. Pada serealia, butir aleuron terdapat dalam lapisan sel terluar dari endosperm.  Sedangkan di bagian dalam sel endosperm lainnya terdapat protein amorf.

·       Lipid (lemak, minyak, malam)  : Minyak dan lemak merupakan gliserida asam lemak, merupakan bahan cadangan penting dalam tumbuhan.  Perbedaannya, lemak bersifat padat sedangkan minyak bersifat cair pada suhu ruang. Keduanya banyak ditemukan pada biji dan buah, dihasilkan dalam elaioplas atau sferosom.  Malam terutama terdiri dari ester asam lemak berantai panjang dan alkohol monohibrid berantai panjang.diemukan sebagai lapisan pelindung pada epidermis batang, daun, dan buah.
·       Kristal                      :  Kristal kalium oksalat paling umum ditemukan.  Kalium karbonat dan kalsium malat lebih jarang ditemukan.  Bentuk kristal bermacam-macam, yaitu:
     - Kristal pasir          :kristal ini berbentuk prisma tapi berukuran sangat kecil dan biasanya ditemukan dalam jumlah besar.  Contoh pada batang Amarantus spinosus.
     -  Rafida                  :kristal ini bentuk panjang dan ramping, kedua ujungnya runcing. Contoh pada buah Solanum licopersicum.
     - Stiloid                    :kristal ini berbentuk prisma yang panjang dan kedua ujungnya meruncing seperti bilah.  Sering ditemukan pada familia Liliaceae.

·       Tubuh silika atau stegmata : merupakan pengendapan oksida silikon.  Bentuk silika bermacam-macam. Misal: pada Palmae bentuk seperti topi, pada Zingiberaceae bentuk seperti pasir.

Inti sel
Terdapat di dalam protoplasma, dibatasi oleh membran ganda yang berpori.  Diantara kedua membran tersebut  terdapat ruang perinuklir. Nukusbertugas mengontrol kegiatan yang terjadi di dalam sitoplasma.  Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan protein (terutama enzim).  Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma.   

Text Box:














Jaringan Tumbuhan

SUB POKOK BAHASAN
 

Jaringan Meristem
Jaringan Dewasa

TUJUAN PEMBELAJARAN
 

  1. Mahasiswa mengetahui pengertian dan perbedaan jaringan meristem dan jaringan dewasa
  2. Mahasiswa mengetahui jaringan apa saja yang termasuk jaringan meristem dan jaringan dewasa
  3. Mahasiswa mengetahui struktur dan fungsi masing-masing jaringan penyusun tubuh tumbuhan
 


Berdasarkan sifatnya, jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.     Jaringan Meristem
      Jaringan meristem adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel yang masih bersifat embrional (terus-meneru membelah). 
      Ciri-ciri jaringan ini adalah: sel-selnya masih muda, belum mengalami deferensiasi dan spesialisasi, berdinding tipis, protoplasnya banyak, vakuola kecil, intinya besar, plastida belum matang, ke segala arah bentunya sama.  Menurut asalnya, jaringan meristem dibagi 3 yaitu:
a)      Promeristem adalah jaringan meristem yang ada pada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio.
b)      Meristem primer . Meristem yang berkembang dari sel embrional, terdapat pada kuncup, ujung akar, ujung batang dan cabang.  Berfungsi untuk pertumbuhan primer (pertambahan panjang) akar, ujung batang, dan cabang.
c)      Meristem sekunder. Berkembang dari jaringan dewasa (sel yang telah mengalami perkembangan/ diferensiasi dan spesialisasi).  Terdapat pada kambium. Berfungsi untuk memungkinkan batang bertambah besar (pertumbuhan sekunder/ melebar).

Menurut tempatnya dalam tubuh tumbuhan, jaringan meristem dapat dibedakan menjadi:
a)      Meristem apikal.  Meristem yang terdapat pada ujung akar dan batang. Meristem apikal selalu  menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang. Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.



b)      Meristem interkalar.  Meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel  meristem  interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
c)      Meristem lateral.  Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya  akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan sekunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang. Misal: kambium pembuluh dan kambium gabus.

Aktivitas kambium  menyebabkan pertumbuhan sekunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka ).

Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.

 
 













Gambar meristem apikal, lateral dan interkalar


 
 


                                                                                   








Gambar Meristem Sekunder
2.     Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang terbentuk dari hasil diferensiasi dan spesialisasi sel-sel jaringan meristem.  Berdasarkan bentuk dan fungsinya jaringan dewasa dibedakan menjadi:
a)      Jaringan epidermis. Terdapat di permukaan organ tubuh tumbuhan.
b)      Jaringan parenkim.  Jaringan yang terdapat pada sebagian besar organ akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.
c)      Jaringan penyokong.  Jaringan yang berfungsi untuk memperkuat tubuh tumbuhan.
d)     Jaringan pengangkut.  Jaringan yang berfungsi untuk mengangkut bahan anorganik ke seluruh tubuh tumbuhan atau berfungsi untuk mengedarkan bahan organik dari daun ke seluruh tubuh tanaman.


  Jaringan Epidermis
Epidermis  merupakan lapisan terluar pada daun, helaian bunga, buah, dan biji, serta pada akar dan batang sebelum tumbuhan tersebut mengalami penebalan sekunder.  Selain sel epidermis pada umumnya, terdapat sel epidermis yang telah berkembang menjadi sel rambut, sel penutup pada stomata, serta sel lain.  Karena susunan sel merapat serta berkutikula yang kaku dan kuat, maka epidermis berperan sebagai penyokong mekanik. 
Pada akar, adanya kutikula tipis serta rambut akar menunjukkan bahwa epidermis akar mudah terspesialisasi untuk penyerapan.  Epidermis biasanya terdiri dari satu lapis sel, tapi pada beberapa tumbuhan epidermisnya berlapis banyak, disebut velamen pada akar beberapa anggrek. Salah satu fungsi epidermis berlapis banyak diperkirakan adalah untuk penyimpan air.
Ciri sel epidermis :
·         Selnya hidup,  letaknya  rapat  satu  sama  lain,  tanpa  ruang  antar  sel
·         Dinding  sel  bagian  luar  yang  berbatasan  dengan  udara  relatif  lebih  tebal  daripada  dinding  sebelah  dalam.
·         Plastida  umumnya  berupa  leukoplas,  hanya  pada  tumbuhan  tertentu (beberapa Pterydophyta, tumbuhan air serta tumbuhan yang hidup di tempat yang teduh) plastida berupa  kloroplas
·         Dapat menyimpan berbagai hasil metabolisme. Sel epidermis pada batang dan tangkai daun tumbuhan Ricinus comunis pada bagian vakuolanya terdapat antosian. Selain itu tanin, lendir dan kristal dapat pula ditemukan dalam sel epidermis.
·         Epidermis batang kadang dilapisi kutikula, mempunyai derivat sel silika dan sel gabus.
·         Epidermis akar umumya tidak dilapisi kutikula, terdiri atas 1 lapisan sel, kecuali pada familia Orchidaceae, akar udara t.d. beberapa lapisan sel yang disebut  velamen     
·         Epidermis daun umumnya dilapisi kutikula, 1 lapisan sel. Pada beberapa genus tumb. membentuk epidermis ganda, misal Psidium sp
Fungsi jaringan epidermis : melindungi organ tanaman dari gangguan faktor luar; kerusakan mekanik, gangguan suhu, kehilangan zat atau air
Derivat epidermis: stomata, trikomata, litosis, sel-sel kipas, sel silika dan sel-sel gabus


 
                                                          Epidermis daun

Epidermis daun dilihat dari
permukaan atas




 


 
           
Epidermis               
                                  Epidermis
                                
                                   
A                                                                                             B
Pengamatan epidermis daun secara mikroskopis.  
A. Penampang melintang daun Ficus elastica
B. Penampang melintang daun Zea mays

 
 


                                                Epidermis akar Zea mays


Pengamatan akar secara mikroskopis
Derivat epidermis
Stomata
·         Stoma (jamak: stomata), merupakan celah dalam epidermis yang dibatasi oleh 2 sel epidermis khusus, yang disebut sel penutup. Stoma dikelilingi sel tetangga yang berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah stoma.
·         Sel penutup merupakan sel yang aktif, mengandung kloroplas dan berperan dalam fotosintesis
·         Stomata terdapat pada bagian tubuh tumbuhan yg berhubungan dengan udara, yaitu daun, batang dan rizome, kadang pada mahkota bunga, daun buah dan biji, stoma tidak dijumpai pada akar
·         Jumlah stoma beragam pada daun tumbuhan yang samadan juga pada daerah daun yang sama.

 

 
Gambar Stoma
                                                                Sel penutup                                    
                                  A                                                       B
Keterangan:
A Stoma dengan sel penutup bentuk ginjal
B Stoma dengan sel penutup bentuk halter

Berdasarkan bentuk sel penutup, stoma dibedakan menjadi tipe-tipe berikut ini:
  1. tipe Amaryllidaceae – Rhoeo discolor
Keterangan :
a.

 
epidermis,
b.sel tetangga,
c. persendian,
d.sel penutup,
e. porus,
f.  kutikula,
g.persendian

  1. tipe Gramineae      Zea mays, Oryza sativa

 
 

Keterangan:
a. sel epidermis,
b. sel penutup,
c. sel tetangga,
d. porus
  1. tipe  Mnium -  Bryophyta  : Mnium
          -  Pteridophyta : Adiantum

 
 

                                                                                   





(a). Pada tumbuhan Mnium cuspidatum


 
 






(b). Pada Adiantum capillus veneris


 
 





(c). Pada Marchantia sp.


  1. tipe Heleborus -  Dikotil : Heleborus

 
 

Keterangan
a. ruang udara luar
b. porus
c. sel penutup
d. ruang udara dalam











Pada tanaman dikotil, berdasarkan susunan sel epidermisnya, stomata dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:
a)      Jenis anomositik atau jenis Ranunculaceae.  Stomata ini mempunyai sel penutup yang dikelilingi oleh sejumlah sel yang tidak berbeda ukuran dan bentuknya dari sel epidermis lain. Jenis ini umum terdapat pada Cucurbitaceae, Malvaceae dan Ranunculaceae.

 
 










b)      Jenis Anisositik atau jenis Cruciferae.  Stomata ini mempunyai sel penutup yang dikelilingi oleh tiga buah sel tetangga yang tidak sama besar.  Jenis ini umum terdapat pada Cruciferae, Nicotiana, dan  Solanum.

 
 









c)      Jenis parasitik atau Rubiaceae. Setiap sel penutup pada stomata ini diiringi sebuah sel tetangga atau lebih dengan sumbu panjang sel tetangga sejajar dengan sumbu sel penutup serta celah.  Jenis ini umum terdapat pada Rubiaceae, Mimosae.

 
 









d)    Jenis diasitik atau Caryophylllaceae.  Stoma dikelilingi oleh dua sel tetangga. Dinding bersama dari kedua sel tetangga itu tegak lurus terhadap sumbu melalui panjang sel penutup serta celah.  Jenis ini umum terdapat pada Caryophylllaceae, Acanthaceae

 
 






Trikomata
Adalah rambut bersel satu atau bersel banyak yang dibentuk dari sel epidermis.  Struktur yang lebih besar dan padat seperti duri pada bunga mawar tersusun oleh jaringan epidermis maupun jaringan di bawah epidermis disebut emergens.
Trikoma dapat dibagi menjadi beberapa jenis, al:
1.  Trikoma yang tidak menghasilkan sekret (Trikoma Nonglanduler). 
a.       Rambut bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih, misalnya pada Gossypium.  Pada Gossypium, serat kapas merupakan rambut epidermis, bersel satu dari kulit biji dan dapat mencapai panjang 6 cm.
b.      Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak ditemukan tanpa tangkai (sesil) pada daun Durio zibethinus.
c.       Rambut bercabang, bersel banyak.  Bentuknya dapat seperti bintang, misalnya rambut di bagian permukaan bawah daun waru  (Hibiscus tiliaceus).
d.      Rambut akar merupakan pemanjangan sel epidermis dalam bidang yang tegak lurus permukaan akar.













 
 




























Keterangan gambar:
A.Rambut sederhana dari daun Cistus B.Rambut dari daun Saintpaulia C.dan D.Rambut bercabang  dari daun Gossypium (kapas) E.Rambut bintang dari daun Sida F.rambut dari daun Lavandula G. Rambut dari daun Solanum H.dan I. Sisik dari daun Olea (zaitun) J. Rambut dari batang Pelargonium. K-M. Rambut epidermis dari biji Gossypium. Penampang melintang epidermis (K) pada stadium muda (L) pada daun dewasa berdinding sekunder (M) N.Vesikel pada Mesembryanthemum O-Q. Perkembangan rambutdaun Glycine (kacang kedelai)











2.  Trikoma sekresi (yang menghasilkan sekret) atau kelenjar (Trikoma Glanduler). 
Satu atau beberapa sel mempunyai fungsi sekresi, rekresi atau ekskresi, dan didalam sel-selnya terdapat cairan khusus
o   Trikoma penghasil aroma tanaman yang khas.  Trikoma ini terdapat pada daun tembakau.
o   Trikoma penghasil sekret yang kental dan lengket disebut koleter. Trikoma ini sering ditemukan pada tunas muda, dan sekret yang dihasilkannya berfungsi untuk menjaga tunas dari kekeringan.  Trikoma jenis ini juga terdapat pada kelenjar cerna pada tumbuhan pemakan serangga seperti Nepenthes.
o   Trikoma rambut gatal pada Urtica sp (rengas) dan Fleurya interupta (jelatang)..  Apabila rambut tersebut tersentuh dan patah maka bagian yang runcing akan masuk ke kulit, kemudian kandungan rambut berupa histamin dan asetilkolin masuk ke kulit menimbulkan rasa gatal.


 
 































Sel Kipas
  • Berasal dari sel epidermis yang membesar. Umumnya terdapat pada epidermis daun Monocotyledoneae, terutama Familia Poaceae.

  • Fungsinya untuk menggulung daun, mengurangi penguapan pada keadaan panas. Sel motor mengecil sehingga permukaan daun menyempit.


 
 



     Sel Kipas
 








Sel Silika dan Sel Gabus
Ø  Berfungsi untuk memperkuat epidermis, berbentuk segi empat
Ø  Sel silika mengandung SiO2, sel gabus mengandung gabus
Ø  Sel silika lebih pendek dari sel gabus
Ø  Untuk identifikasi varietas tumbuhan


 
 



     Sel Gabus






                                                                                      Sel Silika





Litosis


Ø  Sel pada epidermis yang dindingnya mengalami penebalan sentripetal
Ø  Bentuknya tidak teratur dan dapat mengisi seluruh ruang antar sel
Ø  Bentuk seperti rumah lebah disebut sistolit
Ø  Mengandung pektin, selulose, Ca-karbonat
Ø  Terdapat pada familia Moraceae, Urticaceae, Cucurbitaceae

Text Box:



































  Jaringan Parenkim


Parenkim merupakan bagian utama sistem jaringan dasar dan terdapat pada berbagai organ seperti korteks dan empulur batang, korteks akar, serta jaringan dasar pada tangkai dan mesofil daun.  Sebagian besar tubuh tumbuhan seperti empulur, sebagian atau seluruh korteks akar dan batang, perisikel, mesofil daun, serta bagian buah yang berdaging terdiri dari parenkim. Pada tersebut berkembang dari meristem dasar. 

Parenkim terdiri dari sel hidup yang bermacam-macam bentuk, sesuai dengan fungsinya masing-masing. Karena merupakan sel hidup, sel parenkim masih dapat membelah meskipun telah dewasa. Sebab itu, parenkim berperan penting dalam penyembuhan luka serta regenerasi. 

Ciri-ciri sel parenkim
Ø  Sel-sel parenkim sifatnya hidup dengan vakuola besar, dinding sel tipis, protoplasma mengandung plastida kloroplas,kromoplas atau leukoplas.
Ø  Diantara sel-selnya terdapat ruang antar sel untuk pertukaran gas atau zat-zat.
Ø  Bentuk sel-sel parenkim bemacam-macam, al:
-          Prismatik memanjang, pada palisade dan mesofil daun tumbuhan dikotil
-          Bercabang-cabang, disebut parenkim bintang (aktinenkim), pada mesofil daun Canna sp dan Juncus sp.
-          Parenkim dengan ruang antar sel besar-besar, disebut aerenkim (parenkim penyimpan udara)
-          Parenkim dengan bentuk sel tidak teratur, banyak ruang antar sel, pada parenkim bunga karang

 

 
 












                                                A                                                         B

Keterangan gambar:
  1. Parenkim bentuk bintang (aktinenkim) pada tangkai daun Canna sp.
  2. Aerenkim pada tangkai daun Colocasia sp dengan rongga udara yang besar.



Macam-macam parenkim berdasarkan fungsinya.

n  Parenkim asimilasi (Klorenkim) terletak pada bagian perifer daun, batang yg berwarna hijau dan buah pada batang bentuk selnya bulat
pada daun ada 2 macam :
-          panjang (palisade/tiang/pagar) mempunyai banyak kloroplas, letaknya rapat satu sama lain
-          pendek/membulat (spons/bunga karang), sedikit kloroplas, letak sel tidak rapat.
     
Berkas:Anatomy leaf 2.PNG
  
n  Parenkim penyimpan.  Letaknya biasanya lebih dalam dari pada parenkim asimilasi, tidak berwarna, berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan, air atau udara, yaitu
1.      Penyimpan cadangan makanan, terletak di batang, akar, umbi, buah dan biji. Bentuk cadangan yg disimpan dapat berupa zat-zat terlarut dalam cairan dan padat (benda ergastik)
2.      Penyimpan air, terdapat pada jaringan tumbuhan xerofit dan epifit. Sel-selnya besar, plasma sedikit tapi banyak berisi cairan atau lendir. Misal : Aloe sp.
3.      Penyimpan udara, disebut jaringan aerenkim. Terdiri dari sel-sel dengan ruang antar sel yang besar, pada tumbuhan air seperti Eichornia crasipes (enceng gondok) dan Acorus calamus (dlingo)













  Jaringan Penyokong



  • Merupakan jaringan yang berfungsi memberi kekuatan dan perimbangan bagi tumbuhan, kekuatan untuk menahan gerakan angin dan kekuatan agar tumbuhan dapat berdiri tegak
  • Pada tumbuhan tingkat rendah yang tidak mempunyai jaringan penguat, kekuatan tubuhnya sangat tergantung pada tekanan turgor.
  • Ada 2 macam jar.penguat :
a.       Kolenkim
-          Tersusun oleh sel-sel hidup, kaya plasma
-          Dinding sel dari selulose, hemiselulose dan pektin
-          Selnya bersifat plastis, artinya dapat berkembang dan menyesuaikan diri dengan pertumbuhan organ
-          Bentuk sel memanjang menurut poros panjang organ tumbuhan, kadang-kadang berisi kloroplas
-          Jaringan kolenkim umumnya terdapat di daerah perifer, di bawah epidermis
-          Kadang membentuk lingkaran tertutup pada batang atau berkelompok, terutama pada rigi-rigi batang/tangkai daun. Contoh pada Apium graveolens
-          Jar.kolenkim terdapat hampir pada semua bagian tubuh tumbuhan, jarang pada akar
-          Penebalan dinding sel kolenkim dimulai dari sudut-sudut sel, kemudian berkembang ke arah tertentu tergantung jenis tumbuhannya

Tipe-tipe kolenkim
1.      Kolenkim tipe anguler
Penebalan dinding terdapat pada bagian sudut sel. Susunan sel tidak teratur.
contoh : tangkai daun dan batang Dahlia dan Datura
2.      Kolenkim tipe lameler (lempeng)
Penebalan dinding sel terdapat pada dinding tangensial, dinding radial relatif tidak menebal. Contoh : batang Sambucus sp.
3.      Kolenkim tipe  lakuner (tubuler)
Penebalan dinding sel terdapat pada daerah-daerah yg berbatasan dengan ruang antar sel. Bentuk sel tidak teratur, banyak ruang antar sel berbentuk pita. Contoh : batang Apium graveolens dan Lactuca sp.
4.      Kolenkim tipe annuler (kolenkim tubuler)
Penebalan dinding sel merata sehingga  ruang sel menjadi berbentuk pipa











 
 


Keterangan:
1.      Tipe anguler
2.      Tipe lameler
3.      Tipe annuler
4.      Tipe lakuner
5.      Penampang membujur kolenkim anguler
















b.      sklerenkim
-          Tersusun oleh sel-sel yang berdinding tebal dan keras, karena mengalami lignifikasi (penebalan sekunder)
-          Sel dewasa tidak mengandung kloroplas
-          Fungsi sebagai penyokong atau penguat bagi jaringan lainnya
-          Selnya bersifat elastis
-          Menurut bentuk sel, jaringan sklerenkim dibedakan 2 macam :

c.       Sklereida
  • Disebut juga sel batu, dinding selnya keras
  • Bentuk isodiametris, seperti bintang atau trikosklereida. Dapat berupa sel tunggal, dalam kelompok atau kadang-kadang berkumpul dengan xilem dan fluem
  • Letak sklereida didalam jaringan dapat tersebar didalam organ atau pada tempat tertentu








d.      Serabut sklerenkim

  • Bentuknya sangat panjang, bagian ujung meruncing dengan ruang sel (lumen) sempit, karena mengalami penebalan dinding sekunder
  • Terdapat pada akar, batang, daun dan buah atau melekat pada bagian jaringan lain. Mungkin terdapat diantara xilem dan fluem sebagai berkas atau sebagai sarung yang menyelubungi berkas pengangkut
  • Serabut sklerenkim ada yg mempunyai nilai ekonomis. Misal :
  • Serabut lunak
   Cannabis sativa  - tali
   Corchorus capsularis – tali, tekstil
   Hibiscus cannabis  -  tekstil
   Linum usitatissimum  -  tekstil
   Boehmeria nivea  -  tekstil
  • Serabut  keras
   Musa texilis  - tali
   Agave sisalana  -  tali
   Ananas comosus  -  tekstil
   Saccharum  officinarum  -  kertas

o   ORGAN TUMBUHAN
 · DAUN ciri-cirinya : berbentuk lembaran dan berwarna hijau, memiliki zat hijau daun (klorofil), tersusun atas jaringan epidermis atas mesofil dan epidermis bawah. Pada daun monokotil, mesofilnya tidak terdeferensiasi sedangkan pada daun dikotil mesofilnya terdeferensiasi menjadi parenkim palisade dan parenkim spons.
 · BATANG cirri-cirinya : berbentuk silinder, pada saat muda berwarna hijau karena epidermis dan parenkim nya masih membantu aktivitas fotosintesis. Batang berfungsi sebagai penyangga tubuhpium tumbuhan, tempat melekatnya akar dan daun. Struktur jaringan penyusun batang secara umum dari luar ke dalam terdiri atas epidermis, parenkim korteks, endodermis, dan silinder pusat. silinder pusat batang tersusun secara urut dari luar kearah dalam, yaitu perikambium, berkas pengangkut, dan empulur. Perbedaan antara batang monokotil dan dikotil adalah : pada batang dikotil terdapat silinder pusat (empulur), letak berkas pengangkutnya teratur melingkar, dan tipe berkas pengangkutnya kolateral terbuka, dan memiliki kambium. Sedangkan batang monokotil tidak memiliki empulur, berkas pengangkutnya kolateral tertutup, dan letak berkas pengangkutnya tersebar.
 · AKAR berfungsi untuk menyerap air dan mineral serta menopang batang tumbuhan. Struktur akar terdiri atas epidermis, parenkim korteks, endodermis, dan silinder pusat.

APLIKASI PENGETAHUAN JARINGAN UNTUK TRANSPORTASI ZAT PADA TUMBUHAN
 · Proses penyerapan air dilakukan secara osmosis dan penyerapan mi neral yang terlarut dalam air tanah dilakukan secara difusi.
· Air tanah dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu air kimia, air higroskopis, air kapiler, dan air gravitasi.
· Cara tumbuhan untuk mempertahankan tekanan osmosisnya, yaitu dengan melakukan proses pengeluaran air dengan cara transpirasi maupun gutasi.

· PENGANGKUTAN EKSTRAVASIKULER adalah pengangkutan air dan mineral yang berlangsung di luar berkas pengangkutan. Sistem ini berlangsung dengan dua cara : pengangkutan apoplas (pengangkutan ekstravasikuler yang berlangsung melalui ruang-ruang antarsel. Pengangkutan ini terjadi pada endodermis yang dindingnya terdapat pita kaspari yang sulit ditembus air) dan pengangkutan simplas (pengangkutan ekstravasikuler yang berlangsung melalui sitoplasma antar sel yang dibantu oleh plasmodesmata).
 · PENGANGKUTAN INTRAVASIKULER adalad pengangkutan zat dalam tubuh tumbuhan yang melalui berkas pengangkut. Pengangkutan air dan mineral oleh xylem disebut transportasi sedangkan pengangkutan hasil fotosintesis oleh floem disebut translokasi. Faktor intern yang berpengaruh adalah lebar, panjang, dan jumlah pembuluh xylem sedangkan faktor ekstern yang berpengaruh adalah ketersediaan air di dalam tanah, kelembaban udara, suhu udara, tekanan udara, dan kecepatan angin.
 · Pengangkutan air dan mineral dari xylem akar ke xylem batang dan kemudian sampai ke xylem daun dapat terjadi karena adanya kekuatan-kekuatan seperti :
o DAYA TEKAN AKAR adalah kemampuan sel-sel akar untuk mendorong air dalam xylem akar menuju ke jaringan di atasnya. Kemampuan sel-sel akar ini disebabkan oleh akar menyerap air secara terus-menerus sehingga tekanan tugornya naik.

Gambar 3. Tekanan Tugor
o DAYA KAPILARITAS adalah kemampuan xylem batang untuk menaikkan permukaan air lebih tinggi disbanding dengan yang diluar pembuluh karena daya adhesi pada air dan mineral lebih besar disbanding dengan daya kohesinya.
o DAYA ISAP adalah kemampuan daun untuk mengambil atau menyerap air dari batang karena tekanan osmosis sel-sel daun lebih tinggi dibandingkan sel-sel pada batang.
Perbedaan tekanan osmosis disebabkan daun selalu mengeluarkan airnya lewat peristiwa gutasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar