Rabu, 03 Februari 2010

SKRINING RESEP


                                     
Skrining Resep, meliputi:
·         Pemeriksaan kelengkapan resep.
·         Keabsahan.
·         Tinjauan kerasionalan obat.
Keterangan :
Pemeriksaan kelengkapan Resep, meliputi : Nama, alamat, dan nomor ijin praktek dokter (SIP), tempat dan tanggal resep, tanda R/ pada bagian kiri untuk tiap penulisan resep, nama obat dan jumlahnya, aturan pakai, nama pasien, serta tanda tangan atau paraf dokter.
Kerasionalan  Obat meliputi : Pemeriksaan dosis, frekuensi pemberian obat, adanya polifarmasi, interaksi obat, karakteristik penderita atau kondisi penyakit yang menyebabkan pasien menjadi kontra indikasi dengan obat yang diberikan.
Definisi :
Skrining Resep adalah hasil evaluasi dengan cara membandingkan literatur dan ketentuan yang telah ditetapakan terhadap Resep dokter untuk mengetahui, menentukan dan memastikan  kelengkapan Resep dan kerasionalan Resep ( termasuk dosis ) yang diberikan oleh dokter kepada  pasiennya melalui farmasis agar menjamin ketepatan dan keamanan serta memaksimalkan tujuan terapi.

Contoh  Skrining Resep :
Resep I : R/ Supramox 500 mg no.XII
                     S.3 dd 1

                R/ Paracetamol no.X
                     S.3 dd 1
                R/  CTM no.X
                     S.3 dd 1
Resep II : R/ Amoxyllin 500 mg no. XII
                      S.3 dd 1
                 R/ Proneuron 500 mg no. VI
                     S. 3 dd 1

Skrining Resep I :

“Kelengkapan Resep”.
Nama dokter : Drg.S. Lukito
Alamat          : Jl. Mahoni 892 Plamongan Indah Semarang Telp:6717639 {Prak.Rumah}
                        RS. Dr. Amino Gondohutomo Jl. Brigjen Sudiarto No. 347 Semarang
Nomor Ijin    : SIP. NO. 380 / KANDEP / IZIN / DG. S. 51 / VII / 1999
Tempat dan Tanggal Resep : Semarang, 26 Febuari 2009
Tanda resep pada  pada bagian kiri untuk tiap penulisan resep → R/


Nama Obat dan Jumlahnya : Supramox 500mg XII
                                               Paracetamol           X
                                               CTM                      X
Aturan Pakai : Supramox ( S.3.dd 1 )
                        Paracetamol ( S.3.dd 1 )
                        CTM  ( S.3.dd 1 )
Nama Pasien : Ny. Siti Nurkhasanah
Tanda tangan atau paraf dokter sudah tercantum dalam resep.
                                                                                       
“Kerasionalan Obat”
Pemeriksaan dosis:
Supramox dalam MIMS Edisi VII ( hal 208 ).
Komposisi : Amoxicillin trihydrat.
Dosis : Dewasa à 250 – 500 mg 3 – 4x/hari.
            Anak à < 20 kg 20 – 40 mg/kg BB/hari dibagi 3 dosis.
Indikasi : Pengobatan pada infeksi pernapasan dan ISK ( Infeksi Saluran Kemih ) karena mikroorganisme yang sensitif terhadap Amoxicillin.
Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap penicilin.
ESO : gangguan Gastro Intestinal, reaksi alergi, anafilaksis, superinfeksi.
IO : waktu paroh diperpanjang dengan Probenesid, insiden ruam kulit meningkat dengan Alopurinol, efek menurun dengan kontrasepsi oral.

PCT dalam MIMS Edisi VII ( hal 106 ).
Komposisi : Paracetamol.
Dosis : Dewasa à 250 – 500 mg/ tablet 1 – 2 tablet 3 – 4x/hari.
            Anak à 6 – 12 tahun ½ - 1 tablet tiap 4 – 6 jam.
                          2 – 5 tahun ¼ - ½ tablet tiap 4 – 6 jam.
Indikasi : Menghilangkan demam dan nyeri.
Kontra Indikasi : Penyakit hati dan ginjal.
ESO : Reaksi hematologi, mual, muntah, nekrosis tubulus ginjal, hiperglikemia dan hipoglikemia.
IO : antikoagulan, antihipertensi, aminopirin, vasopresin.

 CTM dalam MIMS Edisi VII ( hal 366 ).
Komposisi : Chlorpheniramine maleat.
Dosis : Dewasa à 4 mg/ tablet  ½ - 1 tablet 3 – 4x/hari.      
            Anak à 7 – 12 tahun ½ dosis dawasa. 3 – 4x/hari.
Indikasi : Pengobatan gejala alergi, seperti bersin – bersin, urtikaria, eksim, dermatitis, edema angioneurotik, serum sickness, asma bronkial dan reaksi alergi lainnya.
Kontra Indikasi : Epilepsi, Infeksi saluran napas bawa, bayi baru lahir atau bayi prematur.
ESO : Mengantuk, kelelahan, mual, pusing, mulut kering, palpitasi, tremor, gangguan GI.
IO : Alkohol, obat penekan SSP, antikolinergik.


 Evaluasi dosis :
·         Supramox  (  mengandung amoxicillin 500 mg/ tablet 3 – 4 x/hari ).
D1 x = 500 mg
D1 hari = 3 x 500 mg = 1500 mg
Ket = tepat dosis.
·         PCT ( 500 mg/ tablet 3 – 4 x/hari ).
D1 x = 500 mg
D1 hari = 3 x 500 mg = 1500 mg
Ket = tapat dosis.
·         CTM ( 4 mg/ tablet 3 – 4 x/hari ).
D1x = 4 mg
D1 hari = 3 x 4 mg = 12 mg
Ket = tepat dosis.
Kesimpulan :
Resep diatas memenuhi kriteria kelengkapan Resep, kaebsahan dan kerasionalan obat.




Skining Resep II :
                         
“Kelengkapan Resep”.
 Nama Dokter : Drg. Edi Sumarwanto.
Alamat :  ( praktek rumah ) Jl. Tlogosari Raya I/ 64 J,  Telepon. ( 024 ) 6700920. Semarang
Nomor Ijin : SIP : 90/Kandep/Ijin/DG. 5.5/X/1989. 
Tempat dan tanggal penulisan Resep : Semarang, 06 januari 2004.
Tanda Resep pada bagian kiri untuk tiap kali penulisan Resep à R/

Nama Obat dan Jumlahnya :  Amoxyllin 500 mg XII
                                              Proneuron 500 mg VI
Aturan pakai : ( Amoxyllin ) S. 3 dd 1
                        ( Proneuron ) S. 3 dd 1
Nama pasien : Tn. Hengky
Tanda tangan atau paraf dokter sudah tercantum dalam Resep.

 “Kerasionalan Obat”.
Amoxyllin dalam MIMS Edisi VII ( hal 200 ).
Komposisi : Amoxicillin.
Dosis : Dewasa à 250 – 500 mg tiap 8 jam ( 3x/hari ).
            Anak à 20 mg/kg BB/ hari terbagi dalam 8 jam ( 3x/hari ).
Indiaksi : Infeksi saluran napas, saluran genito – urinaria, kulit dan jaringan lunak yang disebabkan organism Gram ( + ) dan ( - ) yang peka terhadap obat ini.
Kontra Indikasi : hipersensitivitas terhadap penicillin, gangguan ginjal, leukemia limfatik, superinfeksi.
 ESO : reaksi hipersensitivitas, gangguan GI.
IO : Probenesid memperpanjang waktu paroh Amoxicillin, Alopurinol meningkatkan insiden kemerahan pada kulit atau ruam kulit, menurunkan efektifitas dari kontrasepsi oral.


Proneuron dalam MIMS Edisi VII ( hal 107 ).
Komposisi : Metamizole Na. 500 mg, diazepam 2 mg.
Dosis : Dewasa à 1 – 2 kapsul 3 – 4 x/hari.
            Anak à ½ kapsul 3 x/ hari.
Indikasi : sakit gigi, reuritisme muskular, skiatika, lumbago, fibrositis, neuralgia.
Kontra Indikasi : psikosis berat, cenderung terjadi pendarahan, porfiria, glaukoma sudut sempit.
ESO : reaksi alergi, pendarahan GI, agranulositosis, mengantuk, amnesia, hipotensi, depresi pernapasan.
IO : Alkohol, depresan SSP, levodopa, Beta blocker. Klorpromazin.
     
 Antalgin SOHO dalam MIMS Edisi VII ( hal 98).
Komposisi : Mitamizole Na. 500 mg
Dosis : Dewasa à 1 - 2 tablet/ kapsul 3 – 4 x/ hari.
Indikasi : neuralgia, sakit kepala, skiatika, nyeri kolik, pasca operasi dan berbagai nyeri.
Kontra Indikasi : Perdarahan, porfiria, hamil, laktasi, bayi < 3 bln atau bayi dengan BB < 5 kg.
ESO : agranulositosis, reaksi alergi, perdarahan GI.
IO : Klorpromazin.

Diazepam dalam MIMS Edisi VII ( hal 98 ).
Komposisi : Diazepam 1 - 2 mg/ tablet.
Dosis : Dewasa à 1 kapsul 3 x/ hari.
             Anak à ½ kapsul 3 x/ hari.
Indikasi : Sakit kepala psikis, nyeri saraf, nyeri pinggang, reumatik, kolik empedu, dan ginjal, nyeri otot dan sendi.
Kontra Indikasi : Psikosis berat, kecenderungan berdarah, porfiria, hipersensitif terhadap golongan pirazolon.
ESO : mengantuk, pusing, amnesia, gangguan penglihatan, hipotensi, ketergantungan, agranulositosis, reaksi alergi.
IO : Depresan SSP, alkohol, Klorpromazin, Simetidin. 

Evaluasi dosis :
·         Amoxillin (  mengandung amoxicillin 500 mg/ tablet 3 x/ hari ).
D1 x = 500 mg
D1 hari = 3 x 500 mg = 1500 mg
Ket = tepat dosis.
·         Mitamizole Na.
D1 x = 500 mg
D1 hari = 3 x 500 mg = 1500 mg
Ket = tepat dosis.
·         Diazepam ( 2 mg/ tablet 3 – 4 x/ hari ).
·         D1 x = 2 mg
D1 hari = 3 x 2 mg = 6 mg
Ket = tepat dosis.
Kesimpulan :  Resep diatas telah memenuhi kriteria kelengkapan Resep, keabsahan dan kerasionalan Obat.

Resep III        
R/  Rhelafen syr    I fls
      Bila panas I Cth
R/  Xiltrop         200mg
      Nalgestan    1/3 tab
      Mucopect     10mg
      Luminal        7,5mg
      m.f pulv dtd no.XV
      S.3.dd I pulv

Pro       : Ekbal
Umur    : 7 tahun ( misal )
Alamat : Albisia 21

“Kelengkapan Resep”
1.      Nama dokter   : Dr. Agus Priyatno Sp.An
2.      Alamat dokter : Jl. Sinar Rembulan 149 Sinar Waluyo Semarang {Rumah}
Apotik Dadi Sehat Jl. Kelapa Gading Raya 286 Plamongan Indah                                    {Praktek} 
3.      Nomor ijin dokter : -
4.      Tempat dan Tanggal Resep :  Semarang, 8 Januari 2004
5.      Tanda resep pada bagian kiri untuk tiap penulisan resep → R\
6.      Nama obat dan jumlahnya : Rhelafen    1 fls
         Xiltrop     200mg
         Nalgestan  1/3 tab
                                             Mucopect  10mg
                                             Luminal    7,5mg

7.      Aturan pakai : Rhelafen     bila panas I Cth
Xiltrop, Nalgestan, Mucopect, Luminal    S.3.dd I pulv
8.       Nama pasien : Ekbal
9.      Tanda tangan atau Paraf Dokter sudah ada dalam resep

“Kerasionalan Resep”
1.      Pemeriksaan Dosis
“Rhelafen” MIMS edisi VII hal. 108
Komposisi : Ibuprofen
Dosis : Anak 1-2 th ½ sdt, 3-7 th 1sdt, > 7 th 2 sdt
Indikasi : menurunkan demam dan meringankan gejala nyeri ringan-sedang   seperti sakit gigi, cabut gigi, nyeri pasca operasi, penyakit reumatik
Kontraindikasi : penderita ulkus peptikum berat dan aktif, hipersensitif, hamil       trimester akhir
ESO : mual, muntah, gangguan pencernaan, diare, nyeri lambung dan ruam kulit.

“Xiltrop” MIMS edisi VII hal. 210
Komposisi : Amoxicillin Trihydrate
Dosis : dewasa dan anak > 20kg 750-1500mg/kg BB/hr dalam dosis terbagi, tiap 8jam. Anak < 20kg 20-40mg/kg BB/hr dalam dosis terbagi, tiap 8jam.
Indikasi : infeksi karena organisme yang peka terhadap amoxicillin seperti: infeksi saluran nafas, bronkitis akut dan kronik.
Kontraindikasi : hipersensitif terhadap penisilin, bayi baru lahir dari ibu yang hipersensitif terhadap penisilin. Meningitis atau infeksi tulang dan gigi.
ESO : reaksi hipersensitif seperti urtikaria, ruam kulit, angioedema, pruritus.
IO : kontrasepsi oral, atenolol. Dengan allopurinol: ruam kulit. Antimikroba bakteriostatik (kloramfenikol, tetrasiklin, eritromisin, sulfonamid) mengganggu efek bakterisidal amoksisilin. Dengan probenecid: menurunkan sekresi obat dari ginjal.



“Nalgestan” MIMS edisi VII hal. 89
Komposisi : Phenylpropanolamin HCl 15mg, chlorpheniramine maleate 2mg
Dosis : 1 tablet 3-4x/hr
Dosis (ISO hal: 333) → 3-4x sehari: dewasa 1 tablet, anak 6-12th ½ tablet
Indikasi : vasokontriktor dan antihistamin pada hidung tersumbat, salesma, bersin-bersin, masuk angin, sinusitis, rinitis alergi.
Kontra indikasi : Hipertiroidisme, hipertensi, penyakit jantung, glaukoma sudut tertutup, penyakit saluran nafas bawah, bayi baru lahir atau prematur.
ESO : gangguan Gastrointestinal, susah kencing, kelemahan otot, tremor, hipotensi, penglihatan kabur, mulut kering, dada terasa sesak, anoreksia.
IO : alkohol meningkatkan rasa kantuk bila diberikan bersama CTM


“Mucopect” MIMS edisi VII hal. 89                                        
Komposisi : Ambroxol HCl 30mg/tablet
Dosis : dewasa 1 tablet 3x/hr, dapat ditingkatkan 2 tablet 2x/hr
Dosis (ISO hal: 308) → dewasa dan anak diatas 10th 3xsehari 1tablet, anak 5-10th 3x sehari ½ tablet, anak dibawah 2th 2x sehari 2,5ml.
Indikasi : terapi sekretolitik pada penyakit bronkopumonal akutdan kronik yang berhubungan dengan sekresi mukus abnormal dan gangguan transportasi mukus.
Kontraindikasi : hipersensitivitas
ESO : reaksi alergi, efek gastrointestinal ringan.
IO : amoxicillin, Eritromisin, Doksisiklin

“Luminal” MIMS edisi VII hal. 59
Komposisi : dalam Bellaphen berisi Phenobarbital 20 mg, Belladona alkaloid 0,1 mg, Ergometrin tartrat 0,3 mg.
Dosis : 1 – 2 tablet 3 x/ hari.
Indikasi : sakit kepala, migrain, mual, vertigo, nyeri haid, gangguan usus.
Kontra Indikasi : kerusakan hati dan ginjal, pembesaran prostat, glaukoma, hipertensi berat, penyakit pembuluh darah perifer, penyakit jantung iskhemik.
 ESO : mulut kering, nyeri otot, depresi pernapasan, sedasi, kemerahan pada kulit, gangguan GI.
IO : meningkatkan efek muskarinik : amantadin dan fenotiazid. Aktivitas menurun dengan karbamazepin, kumarin, antikoagulan, teofilin, metronidazole. 

   
2.      Frekuensi Pemberian
·         Untuk pemberian Rhelafen
Dosis dan pemberian sudah sesuai dengan yang ditetapkan yaitu satu sendok teh yang berisi 100mg tiap 5ml untuk anak umur 7th. Jadi obat tersebut Tepat Dose.
·         Untuk pemberian Xiltrop
Dosis dan pemberian sudah sesuai dengan yang ditetapkan yaitu > 20kg 750-1500mg/kg BB/hr dalam dosis terbagi 8jam, sedangkan didalam resep tercantum 200mg untuk 15 bungkus dan terbagi 8jam. Jadi obat tersebut Sub Dose.
·         Untuk pemberian Nalgestan
Pemberian nalgestan pada anak di ISO disebutkan 3-4x sehari 6-12th ½ tablet. Pada resep diberikan 1/3 tablet , jadi obat tersebut Sub Dose.
·         Untuk pemberian Mucopect
Pemberian mucopect pada anak 7th di ISO disebutkan 5-10th 3x sehari ½ tablet. Dan 1tablet mucopect berisi Ambroksol HCl 30mg/tablet. Jadi ½ tablet itu mengandung 15mg ambroksol HCl. Pada resep diberikan 10mg tiap bunkusnya. Jadi obat tersebut Sub Dose.
·         Untuk pemberian Luminal
Pemberian Luminal pada anak dalam MIMS disebutkan 20 mg/ tablet 3x / hari. Sedangkan pada resep diberikan Luminal 7,5 mg. Jadi obat tersebut Sub Dose.
3.      Adanya polifarmasi
4.      Interaksi Obat
Ada interaksi obat antara Mucopect yang berisi ambroksol dengan Xiltrop yang berisi amoxicillin.
5.      Karakteristik penderita atau kodisi penyakit yang menyebabkan pasien menjadi kontraidikasi dengan obat yang diberikan.
Penderita disini tidak mempunyai riwayat penyakit seperti resisten tehadap antibiotik. Sehingga tidak ada masalah dengan pemberian antibiotik.


Daftar Pustaka :

Anonim. 2008. MIMS Petunjuk Konsultasi Edisi VII. PT. InfoMaster Lisensi       CMPMedica : Jakarta.
Anonim. 2006. ISO Volume 41. PT. Anem Kosong Anem ( AKA ):                                                                 
                         Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar